BERITA UTAMA

Tragedi Bus Pariwisata ALS Tewaskan 2 Atlet Karate, Sopir dan Kernet masih Diburu, Ada Unsur Kelalaian, Polres Padangpariaman Bentuk Tim Khusus

0
×

Tragedi Bus Pariwisata ALS Tewaskan 2 Atlet Karate, Sopir dan Kernet masih Diburu, Ada Unsur Kelalaian, Polres Padangpariaman Bentuk Tim Khusus

Sebarkan artikel ini
KECELAKAAN— Kondisi bus pariwisata ALS yang terbalik di di Jalan Pintu Keluar Tol Padang-Sincincin, Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

PDG.PARIAMAN, METRO– Pihak Kepolisian masih melakukan perburuan terhadap sopir dan kernet bus pariwisata ALS yang mengalami kecelakaan di gerbang keluar Tol Padang-Sicincin, Kapalo Hilalang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, pada Senin (8/9) sekitar pukul 02.30 WIB.

Bahkan, untuk memburu sopir yang diduga lalai mengemudikan bus yang membawa rombongan atlet karate asal Medan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Polres Padangpariaman sudah membentuk tim khusus. Namun hingga Rabu (10/9), sopir yang menewaskan  dua penumpangnya itu belum juga ditemukan.

Kapolres Padangpariaman AKBP Ahmad Faisol Amir mengatakan, dalam upaya pengejaran sopir dan kernet bus tersebut, ia telah membentuk tim khusus dari Satlantas dan Reskrim Polres Padang Pariaman.

“Benar, saat ini tim telah bergerak mencari keberadaan sopir dan kernet bus maut yang menewaskan dua orang atlet. Untuk perkembangannya akan kami informasikan kembali nanti,” ujar AKBP Faisol kepad wartawan, Rabu (10/9).

Terpisah, Kasatlantas Polres Padangpariaman, Iptu Rudi mengatakan, dalam kasus kecelakaan maut ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi.

“Saksi yang sudah kita periksa terdiri dari tiga orang penumpang dan satu orang dari pihak perusahaan bus. Berdasarkan pengakuan pihak perusahaan, sebelum bus berangkat ke Padang, sudah dilakukan pengecekan dan dipastikan dalam kondisi baik,” tutur Iptu Rudi.

Ditegaskan Iptu Rudi, pihaknya berusaha melakukan pencarian terhadap sopir tersebut karena  ingin memastikan penyebab bus yang membawa rombongan atlet karate Sumut itu mengalami kecelakaan saat keluar gerbang tol menuju jalan nasional Padang-Bukittinggi.

“Berdasarkan dari penyelidikan di lapangan diduga pengemudi bus tersebut diduga lalai sehingga mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan 29 orang penumpang lainnya mengalami luka-luka. Kita juga sudah melakukan olah TKP,” tegas dia.

Iptu Rudi mengatakan, sesuai dengan hasil olah TKP, kecelakaan diduga terjadi karena sopir mengantuk dan tidak menguasai medan jalan.

“Kondisi jalan bagus, cuaca cerah, penerangan memadai. Dari keterangan penumpang, sopir baru pertama kali melewati jalur ini. Dugaan kuat penyebab kecelakaan adalah faktor manusia,” katanya.

Diketahui rombongan atlet karate tersebut mengikuti pertandingan di Kota Padang namun saat keluar dari gerbang tol Padang-Sicincin, bus dengan nomor polisi BK 7444 UA itu hilang kendali kemudian menabrak pembatas jalan hingga terguling.

Mirisnya, pascakecelakaan tunggal yang merenggut dua nyawa itu, sopir dan kernet bus malah melarikan diri dari lokasi kejadian dan meninggalkan para penumpangnya begitu saja. Sedangkan seluruh korban kecelakaan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Padangpariaman.  (*)