SIJUNJUNG, METRO
Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Sijunjung, sekitar 39 ribu lebih masyarakat di Kabupaten Sijunjung akan menerima bantuan akibat dampak yang ditimbulkan Covid-19. Bantuan langsung tunai (blt) tersebut akan diberikan selama 3 bulan ke depan untuk masyarakat. Hanya saja hingga kini belum bisa dipastikan kapan bantuan itu bisa diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena masih menunggu juklak dan juknis dari provinsi.
Hal itu diungkapkan oleh Pemkab Sijunjung saat menggelar jumpa pers tentang penanganan Covid-19 di Kabupaten Sijunjung bersama OPD terkait, pada Senin (27/4) di kantor Bupati Sijunjung.
Kabupaten Sijunjung merupakan salah satu daerah di Sumbar yang hingga kini masih aman dari penularan Covid-19 atau virus corona. Artinya, belum ada satupun kasus pasien yang positif terjangkit virus corona di Ranah Lansek Manih. Meski demikian, tak ada jaminan untuk situasi tersebut sehingga kewaspadaan dan tindakan pencegahan terus diupayakan.
Sedangkan untuk bantuan bagi perekonomian masyarakat yang terdampak, Sijunjung memperoleh bantuan dari pemerintah pusat dan Provinsi dengan total jumlah lebih dari 39 ribu. “Total jumlah bantuan itu sudah secara keseluruhan, mulai dari Kemenkes, Kemensos, Kemendes PDTT melalui dana desa dan dari Provinsi, lebih kurang 39 ribu lebih,” tutur Sekdakab Sijunjung, Zefnihan saat jumpa pers.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Bupati Yuswir Arifin, Sekda dan sejumlah kepala OPD diantaranya, Dinas Kesehatan, Kominfo, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Koperindag, Dinas PUPR, BPBD dan pihak terkait lainnya dalam membahasa percepatan penanganan covid-19.
Namun terkait kapan dan seperti apa penyaluran bantuan itu kepada masyarakat, pihaknya menjawab masih menunggu petunjuk dari provinsi. Begitu juga dengan data yang sedang dikumpulkan oleh pihak nagari dan kecamatan. “Kita masih tunggu juklak dan juknisnya dari provinsi nanti seperti apa. Begitu juga dengan pengumpulan data di kecamatan dan nagari. Kita berharap bantuan ini tepat sasaran dan tidak ada yang over laping,” terang Kadis Sosial, Yofritas.
Sedangkan bantuan yang bersumber dari APBD Sijunjung, pihaknya telah menyisihkan anggaran sebesar 22 miliar sebagai back up jika nanti bantuan yang ada masih kurang.
“Kita telah lakukan recofusing anggaran dan difokuskan untuk penanganan covid ini. Sebesar 22 miliar kita siapkan jika nanti bantuan yang ada ini masih belum mengakomodir semuanya,” katanya.
Disisi lain, Dinas Koperindag terus melakukan pengawasan dan pemantauan terkait ketersediaan pangan dan sejumlah kebutuhan lainnya ditengah masyarakat selama masa pandemi. “Untuk mendorong PSBB, sejumlah toko dan tempat perbelanjaan memberikan fasilitas jasa antar alamat. Jadi masyarakat bisa memesan lewat handphone dan tidak perlu keluar rumah. Saat ini harga masih stabil, namun bawang mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” tambahnya. (ndo)





