SAWAHLUNTO, METRO
Direktur PT Asiaco Batamindo yang akrab dipanggil Doni mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Pemko Sawahlunto untuk membeli hasil produk UPTD Industri Kecil dan Menengah berupa kain dasar untuk seragam (Uniform). Wali Kota Sawahlunto Deri Asta berharap, bisa bangkitkan lagi sektor industri kain dasar tersebut.
Dengan aktifnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) kain dasar ini, bisa juga menyerap tenaga kerja di Kota Arang. Menurut Deri Asta beberapa tahun belakangan ini sempat terhenti beroperasi karena sejumlah kendala. Langkah awal agar UPTD Industri Kecil Menengah berproses lagi, Walikota Deri Asta pada Senin 13 April 2020 tadi meninjau langsung UPTD yang terletak di Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang itu.
Dari keterangan pihak Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yang merupakan pengelola UPTD tersebut, diketahui bahwa mesin untuk finishing saat ini dalam keadaan rusak. Kemudian saat operasional dulu masih dijalankan ternyata biaya operasional produksi sangat tinggi. Dua hal inilah yang menjadi kendala utama sehingga kegiatan operasional dihentikan.
Menanggapi kondisi itu, Walikota Deri Asta langsung mengambil sejumlah kebijakan, antara lain menginstruksikan kepada Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk segera melakukan perbaikan terhadap mesin yang rusak tersebut.
“Kendalanya kan pada mesin finishing yang rusak dan pemasaran produk hasil tenun yang kemaren – kemaren itu dimana daya beli terhadap produk yang telah kita produksi ternyata belum mencapai sesuai yang diharapkan. Nah untuk soal pemasaran ini sekarang kita sudah dapat solusinya, kita bawa langsung meninjau UPTD ini Direktur PT. Asiaco Batamindo yakni pak Doni, beliau inilah yang berencana untuk bekerjasama dengan kita untuk membeli hasil produk dari UPTD ini,” ujar Deri Asta.
Jika perbaikan bagian mesin tenun modern sudah rampung, mulai dilakukan dan kajian – kajian menyangkut pembiayaan maupun teknis produksi juga cepat rampung, maka Walikota Deri Asta mengharapkan alokasi anggaran untuk mengaktifkan kembali operasional UPTD ini bisa dilakukan sesegera mungkin.
“Tentunya besar potensi manfaat yang bisa kita dapatkan jika UPTD ini berproduksi kembali. Yang jelas akan menyerap tenaga kerja, ini yang sangat kita butuhkan sekarang. Maka kita upayakan dengan maksimal agar UPTD Industri Kecil Menengah ini bisa ‘hidup’ kembali,” kata Walikota.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperindag, Marwan mengatakan, bahwa mesin – mesin yang ada di UPTD Industri Kecil Menengah (IKM) ini merupakan mesin untuk produksi kain tenun sejak awal pencelupan sampai pada finishing (pengerjaan akhir).
Dalam peninjauan tersebut, Walikota Deri Asta juga didampingi anggota Komisi II DPRD Sawahlunto, Jhon Reflita. Hal ini menunjukkan sinergi dan dukungan untuk mengaktifkan kembali UPTD Industri Kecil Menengah ini juga datang dari para wakil rakyat di ‘Kota Arang’ tersebut.
Doni selaku Direktur PT. Asiaco Batamindo mengatakan pihaknya sanggup membeli sebanyak 100 yar/hari. ”Namun bila dilihat kesanggupan awal dari 1mesin ini, sepertinya baru 600 yar bisa diproduksi setiap harinya,” ujarnya.
Seusai peninjauan di UPTD Industri Kecil Menengah itu, Walikota Deri Asta bersama rombongan melanjutkan kunjungan peninjauan ke Pasar Songket Silungkang di simpang Muaro Kalaban. (cr2)





