TANAHDATAR, METRO – Mendulang emas dari ayam hias, begitu slogan dibuat menambah semangat peternak ayam hias mengembangkan usaha sekaligus menikmati hobinya. Salah seorang peternak ayam hias, Hendra Suzandi mengatakan, memelihara ayam hias bisa dikatakan sebagai hobi seperti lazimnya hobi-hobi yang lain.
“Jika ditekuni dengan serius, bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan juga,” ucap Hendra saat ditemui di stand pameran Festival Pesona Minangkabau (FPM), Minggu (8/12).
Hendra menyebutkan, dirinya bersama Komunitas Ayam Hias Sumatera Barat yang ada di Batusangkar ingin memperkenalkan kepada masyarakat tentang ayam hias. Mulai dari, bagaimana merawat hingga memeliharanya.
“Beternak ayam hias itu mengasyikan, karena perawatannya tidak terlalu rumit dan biayanya juga tidak terlalu besar. Caranya seperti beternak ayam biasa, cuma ada vitamin tertentu agar tetap sehat,” sebut Hendra yang sudah bergelut di usaha ini sejak dua tahun terakhir.
Hendra menjelaskan, saat ini pun untuk menjalin silaturahmi sesama peternak ayam hias sudah ada wadah komunitas Ayam Hias Sumatera Barat (AHSB) Batusangkar.
“Melalui komunitas ini kita bisa saling bertukar informasi tentang ayam hias dan ajang silaturahmi sesama peternak, menggelar pameran. Selain itu, kita ingin menumbuhkan semangat wirausaha, bangga menjadi peternak,” urai Hendra.
Terkait animo masyarakat, Hendra sebutkan masyarakat cukup antusias mendatangi stand AHSB Batusangkar untuk bertanya-tanya bahkan ikut membeli ayam hias. Saat ditanya omset, Hendra yang sehari-hari tenaga honorer pemda ini menyebutkan angka jutaan rupiah.
“Omzet lumayanlah, yang terpenting bagi kami promosi dan edukasi ayam hias kepada pengunjung,” sebutnya sambil tersenyum.
Hendra tambahkan ayam hias yang ditampilkan jenis Silky, Poland, Serama, Ketawa, Kate, Brahma ataupun ayam lokal seperti Cemani, Kukuak Balenggek dan lainnya. Untuk harga bervariasi mulai dari Rp100 ribu rupiah per pasang hingga jutaan rupiah tergantung jenis dan ukurannya.
“Ayam poland contohnya harganya sekitar Rp1,5 juta sepasang indukan. Untuk cemani dikisaran Rp3 juta, bahkan sampai Rp15 juta yang benar-benar hitam seluruh anggota tubuhnya,” tutur Hendra. (ant)





