METRO BISNIS

Antisipasi Monopoli Harga TBS, Pabrik Sawit perlu Ditambah

0
×

Antisipasi Monopoli Harga TBS, Pabrik Sawit perlu Ditambah

Sebarkan artikel ini

PESSEL, METRO – Menjawab keluhan petani sawit di Kabupaten Pesisir Selatan, serta mengantisipasi permainan dan monopoli perusahaan terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) di pasaran, sejumlah petani sawit di Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan, berharap ada penambahan perusahaan sawit. Karena, saat ini pabrik sawit di Pesisir Selatan terbatas.
Saat ini jumblah pabrik pengelolah TBS milik petani dan tokeh sawit di Pessel baru ada tiga perusuhaan. Sehingga, hal tersebut harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan bagi investor membuka pabrik sawit.
Menurut Fandi, petani sawit di Inderapura, harga TBS sawit di Inderapura kerap naik turun. Hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi keberadaan pabrik sawit di masih kurang dan perlu didirikan pabrikan sawit. Jika harga sawit jatuh, bagaimana mencukupi kos biaya perawatan, panen hingga upah langsir sawit.
”Kalau pabrik sawit banyak, jadi harga sawit di bawah bisa stabil  Jika, perlu ada pengaturan harga TBS,”  harap Fandi.
Fandi menambahkan, harga TBS sawit saat ini harganya naik Rp850/ kilogram dari harga toke ke petani sawit. Sedangkan perusahaan membeli seharga Rp1.140 /kilogram. Tentu saja terkait harga TBS harus ada pengontrolan, karena bisa kapan saja harga ini bisa naik turun.
Hal sama juga dikeluhkan Upik, warga trans Air Pura. Ia mengeluhkan harga TBS di wilayahnya yang sewaktu – waktu bisa naik dan turun.
Apalagi saat ini hanya ada tiga pabrik berdiri, yaitu di Kecamatan Pancung Soal (2 perusahaan) dan 1 perusahaan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.
”Hanya dari hasil penjualan sawit untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan anak – anak bersekolah,” sebutnya.
Sementara, Bupati Pesisir Selatan H.Hendrajoni menegaskan, tetap akan memperhatikan petani sawit ada di Kabupaten Pesisir Selatan, agar harga TBS stabil, Pemkab Pessel sejauh ini telah membuka peluang bagi investor untuk membangun pabrik sawit di Pessel akan tetapi terbentur masalah lahan.
”Melalui PD nya akan melakukan pendatan kelompok tani sawit, untuk menyamakan persepsi,” kata Hendrajoni.
Bupati Pessel itu juga akan memanggil pihak perusahaan sawit, guna mencarikan solusi terkait harga TBS di Kabupaten Pesisir Selatan. (rio)