METRO PADANG

Ribuan Warga Kekurangan Air Bersih, 4 Kelurahan Dilanda Kekeringan

0
×

Ribuan Warga Kekurangan Air Bersih, 4 Kelurahan Dilanda Kekeringan

Sebarkan artikel ini

BATUGADANG, METRO  -Sejumlah kelurahan di Kota Padang dilanda kekeringan. Setelah di Kelurahan Baringin Kelurahan Tarantang, Kelurahan Batugadang, Kecamatan Lubuk, kini Kecamatan Kuranji yang biasanya memiliki sumber air yang mencukupi, kini mulai dilanda kekeringan. Sejumlah banda alias saluran drainase yang kerap dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan, kini mhlai mengering.
Seperti di kawasan Taratak Paneh, Kecamatan. Saluran air yang biasanya mengalir, kini mengering kerontang. Pemandangan ini tak hanya menimbulkan bau amis. Tapi juga tumpukan sampah yang menumpuk di dalam saluran.
Sampah-sampah itu dibawa oleh aliran air. Pada saat air mengering, sampah menjadi tak bisa lewat. Akibat musim kemarau, saat ini sejumlah lahan pertanian warga juga kering. Warga khususnya yang berprofesi sebagai petani kini lebih memilih bertanam sayuran dari pada bertanam padi. Karena pasokan air tak memadai.
“Kini batanam sayua sajo lai. Kasawah, aia payah, sebut Nur (40), salah seorang petani, di Korong Gadang.
Petani lebih memilih bertanam palawija dari pada bertanam sayur, karena padi juga kerap tidak menjadi alias gagal panen. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syaiful Bahri, hingga Jumat sore belum bisa dihubungi.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Edi Hasymi mengatakan, mengakui memang ada beberapa daerah sudah mengalami kekeringan. Salah satunya adalah Beringin dan Batugadang. Saat ini BPBD sudah mendrop air tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain ke BPBD, masyarakat yang dilanda kekeringan juga bisa melapor ke PDAM Padang. Edi Hasmi mengatakan, musim kemarau akan terus berlanjut sampai satu bulan ke depan. Kemungkinan, kekeringan akan semakin meluas. Bagi warga kesulitan mendapatkan air bersih karena kekeringan, silakan lapor ke BPBD atau PDAM Padang,” tutur Edi Hasymi.
Kekeringan di Batugadang
Sementara itu, Kekeringan melanda warga RT 05 RW 02 Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Setidaknya terdapat 10 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat kekeringan tersebut sehingga membuat masyarakat kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
Ratna Dewita (47), warga Batugadang, Jumat (23/7) mengatakan bahwa untuk kebutuhan air sehari-hari warga harus ke sungai, dan menempuh jarak lebih kurang 500 meter untuk menuju ke sungai melakukan kegiatan mencuci dan mandi.
“Untuk ke sungai kita harus jalan dulu, memang kalau dari rumah saya kan tidak terlalu jauh. Tapi kondisi jalannya begitu, ya menurun, dan pada saat pulang kita harus mendaki lagi,” ujar Ratna.
Ratna mengungkapkan kondisi jalan menuju sungai yang seperti itu membuatnya mencuci pakaian ke laundry, dan juga membeli air galon untuk minum. “Pengeluaran kami bertambah jadinya, diakibatkan kondisi yang seperti ini,” ujarnya lagi.
Sementara itu Upik (55) juga mengeluhkan hal yang sama yaitu kekeringan membuatnya kesulitan untuk mendapatkan air bersih. “Karena musim panas, dan tidak ada turun hujan. Jadinya sulit untuk mendapatkan air,” ujar Upik.
Ia berharap hujan turun dan kembali mengisis air yang ada di sumur, dan air yang mengalir dari bukit Batu Putih dapat mengalir kembali. Dikatakan, kekeringan ini tidak hanya terjadi pada tahun 2019 ini saja, namun juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun-tahun sebelumnya juga terjadi musim kemarau, namun tahun lalu tidak sampai membuat sumur-sumur yang ada menjadi kering, semenjak musim kekeringan ini kami mendapat bantuan air bersih berkat bantuan dari CSR PT Semen Padang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kota Padang Sutan Hendra mengatakan, beberapa kelurahan di Kecamatan Lubukkilangan mengalami kekeringan. Hal ini disinyalir karena dipicu akibat faktor cuaca panas beberapa hari belakangan.
“Mayoritas warga mengeluhkan minimnya pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Menanggapi persoalan itu BPBD Kota Padang bergerak cepat,” ujar Sutan Hendra.
Dikatakan, distribusi air bersih pun kemudian langsung dilakukan yang disambut antusias oleh masyarakat. Salah satunya masyarakat di Kelurahan Batugadang, Kecamatan Lubukkilangan. Sedikitnya, di wilayah ini terdapat 50 Kepala Keluarga (KK).
“Iya, Jumat (23/8) pagi, kami baru mulai mendistribusikan air bersih, hingga siang ini sudah trip ketiga. Jadi satu trip sebanyak 5.000 liter, jadi sudah 15.000 liter. Tahap awal baru di Kelurahan Batugadang,” ujarnya.
Dalam sehari BPBD Kota Padang menargetkan bisa mendistribusikan air bersih hingga enam trip. Upaya penyaluran air bersih ini pun juga dibantu BPBD Sumbar hingga Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang.
“Kami secara mobile dalam pendistribusian air bersih. Nanti pindah-pindah dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya. Pendistribusian air bersih ini akan dilaksanakan sampai warga kembali normal, selagi butuh air terus kami salurkan,” ungkapnya.
Selain di Batugadang, Sutan mengungkapkan dari catatannya terdapat di kelurahan lain yang terdampak kekeringan. Seperti di Padang Besi, Baringin, dan Tarantang dengan jumlah KK yang berbeda-beda.
“Memang musim kemarau sekarang ya. Terus sumber air warga di sana memang dari sumur, kalau sumur bor enggak bisa karena tanah banyak batu-batu. Dan untuk ke sungai hanya untuk sekadar mandi, aksesnya cukup jauh masyarakat untuk berjalan,” ujarnya.
Ia berharap, dengan pendistribusian air bersih ini, setidaknya dapat mengurangi masalah masyarakat. “Apalagi air bersih ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk minum, memasak dan lainnya,” pungkasnya.
Tarantang dan Baringin
Sementara itu, Ketua Forum Nagari Baringin Yunizal mengatakan bahwa Baringin merupakan daerah paling parah terdampak kekeringan di bandingkan Kelurahan Tarantang. Bahkan dari pendataan yang dilakukan, jumlah masyarakat yang terdampak kekeringan mencapai 100 KK atau 450 jiwa.
“Baringin merupakan daerah rawan kekeringan. Selama ini untuk air bersih, masyarakat hanya mengandalkan air Pamsimas. Tapi sejak musim kemarau datang, sumber air untuk Pamsimas mengalami penurunan dari hari kehari, sehingga menyebabkan masyarakat kekurangan air bersih,” katanya.
Ketua Forum Nagari Tarantang Rusdianto menuturkan bahwa sejak ketersediaan air bersih di Tarantang menurun, beberapa warga ada yang terpaksa mandi dan mencuci ke sungai, karena ketersediaan air di sumur dan Pamsimas juga sudah berkurang.
“Di Tarantang ini, ada sekitar 40 KK atau 180 jiwa yang mengalami kekeringan. Beberapa di antaranya, ada yang mandi dan mencuri di sungai. Tapi alhamdulillah, dengan adanya bantuan air bersih dari Semen Padang, kebutuhan air bersih warga sudah mulai terpenuhi,” katanya. (r/tin)