PADANG, METRO -Memaksimalkan keamanan laut dan melakukan penegakkan hukum di wilayah peraiaran barat sumatera, Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, siap melakukan pengawalan dengan empat kapal perang. Untuk Laksma TNI Dafit Santoso, selaku Komanda Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlanatamal II) Padang yang baru, meminta prajurit bertegas tegas untuk melakukan tindakan. “Jika menemukan pelanggaran, ditindak tegas,’ ujar Laksma TNI Dafit Santoso kepada POSMETRO usai sertijab kemarin.
Dikatakan Dafit Santoso, empat kapal perang yang siap menjaga wilayah perairan pantai barat sumatera itu KRI Cakalang, KRI Kelabang, KRI Kala Hitam dan KRI Kurau. Empat kapal ini siap dikerahkan dan melakukan patrol bhingga pulau terluar yang dimiliki wilayah kerja Lantamal II khususnya yakni Sibolga, Nias, Sumbar dan Bengkulu,
Empat KRI ini, sebut Dafit, mampu memaksimalkan upaya penegekkan hukum di laut serta menjaga keamanan laut di wilayah kerja Lantamal II khususnya.. Mengingat KRI mampu mengarungi laut dalam serta samudera sehingga akan memaksimalkan kinerja patroli, termasuk tugas penyelematan di laut. Untuk penegakkan hukum di laut KRI akan merespon bentuk kerawanan seperti pencurian ikan, penambangan liar, pembalakan liar, penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, dan lainnya. “Ketika keamanan sudah terjaga secara otomatis akan menghadirkann rasa aman b agi masyarakat berkaktivitas di laut, terutama nelayan,” ujarnya.
Lebih jauh disebutkan Dafit Santoso,. prajurit TNI-AL terus melakukan patroli untuk memperketat pengamanan pulau-pulau terluar. Pulau-pulau terluar di Sumbar dianggap paling rawan dijadikan sebagai objek ataupun jalur “human trafficking” atau perdagangan manusia lintas negara serta aksi teroris yang bisa membahayakan kedaulatan Indonesia. “Pulau-pulau itu bisa saja dijadikan jalur ‘human trafficking’ atau teroris. Ini sangat rawan dan kami tidak boleh lengah,” ungkapnya.
Selain mewaspadai pulau, kita juga fokus pada pengamanan sejumlah objek vital di lepas laut yang dikhawatirkan bisa menjadi sasaran para pelaku pelanggar hukum.. “Yang paling rawan itu perbatasan pulau terluar, yakni Mentawai dekat dengan Australia,” katanya.
Sementara itu Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengatakan bahwa serahterima jabatan ini adalah hal biasa terjadi untuk penyegaran personel kenaikan jenjang karirnya. “Sertijab pimpin Lantamal II Padang ini cukup strategis untuk memantapkan kualitas kepemimpinan dan Operasional dan kemajuan terutama di sektor kemaritiman,” ujar Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono.
Kata Pangkoarmada I, selain itu untuk keberlanjutan tugas pokok dan fungsi Lantamal II dilaksanakan dengan baik. Kemudian diharapkan untuk menjalin hubungan yang baik dengan semua stake holder yang ada di Sumbar. Kemudian juga berdampak terhadap kehidupan ekonomi khususnya di bidang maritim dalam menciptakan stabilitas keamanan laut terutama di Sumbar. Serta di lingkungan wilayah kerja Lantamal II Padang. Maka laksanakam tugas dengan profesional dan proporsional selama memimpin sebagai orang nomor satu di jajaran Lantamal II Padang.
“Sedangkan kepada prajurit Lantamal II juga laksanakanlah tugas dengan baik yang bertanggung jawab. Dan hindari pelanggaran aturan dalam menunaikan tugas. Dan Terima kasih terhadap Laksma Agus Sulaeman yang selama ini telah melaksanakan dengan baik dan menjadi ladang amal kelak di sisi Allah SWT. Dan diharapkan sukses kelak dalam melaksanakan tugas di posisi baru yang ditempatinya,” ujar Yudo Margono. (ped)





