Sudah jadi rutinitas bagi civitas akademika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat (Sumbar) menyembelih hewan kurban tiap pelaksanaan Hari Raya Idul Adha. Bahkan, di Idul Adha 1440 H tahun ini, ada sembilan ekor sapi kurban yang disediakan kampus ini untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar kampus.
Ada satu hal istimewa yang dilakukan pihak STKIP PGRI Sumbar kali ini. Dari sembilan ekor sapi yang disediakan, satu ekor diantaranya diserahkan kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, tepatnya di Siberut Utara.
Sedangkan delapan ekor sapi lagi disembelih di halaman kampus STKIP PGRI Sumbar, yang disaksikan langsung oleh Ketua pengurus PGRI Provinsi Sumbar, Zainal Akil, ketua Pengurus PGRI kota Padang, Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia beserta jajaran, dosen, karyawan serta masyarakat dilingkungan kampus tersebut.
“Penyembelihan sapi kurban di STKIP PGRI Sumbar Kali ini seluruhnya ada sembilan ekor. Namun, yang disembelih di kampus ini hanya delapan ekor sapi, sedangkan satu ekor lagi disembelih di Desa Sigapogna, Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai,” kata Ketua Pengurus PGRI Provinsi Sumbar, Zainal Akil.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semangat berkorban dilaksanakan berbarengan dengan jiwa Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74, 17 Agustus 2019. Berkorban dengan tulus dan ikhlas peduli dan sosial. untuk Bangsa dan Negara.
“Penyembelihan adalah menyembelih sifat hewani yang menghilangkan kerakusan, tamak, egoisme dan dapat membedakan rumput yang dipagar dan diluar pagar. Jangan pagarnya yang dirompak untuk mendapatkan rumput yang hijau,’ ungkapnya.
“Ternyata hewan kurban tidak mampu merompak pagar, tapi manusia mungkin lebih dari itu. Inilah yang harus dihilangkan dan harus disembelih,” tegasnya.
Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia juga membenarkan ada satu ekor sapi yang diserahkan kepada masyarakat Mentawai itu. “Itu merupakan bentuk perhatian kami pada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil,” ucap Zusmelia.
Apalagi, sambung Zusmelia, lokasi tempat STKIP PGRI Sumbar menyerahkan hewan kurban itu merupakan salah satu tempat kampus itu melakukan program pengabdian masyarakat. Ia menambahkan, hewan kurban yang disembelih tahun ini merupakan hasil kurban dari para pimpinan STKIP PGRI Sumbar, pimpinan prodi dan unit, staf beserta dosen.
“Keikutsertaan para pimpinan institusi, pimpinan prodi dan unit, staf beserta dosen di kampus ini sudah rutin dilakukan. Bahkan tradisi ini sudah dijalankan sejak tahun 90-an,” kata Zusmelia.
Seiring menyambut perayaan Idul Adha, pihak STKIP PGRI Sumbar juga akan melakukan kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 74, yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana tahun ini, anggota pelaksana upacara bendera adalah staf dan dosen kampus STKIP PGRI Sumbar.
Bahkan, selesai upacara juga akan dilakukan berbagai perlombaan. Tidak itu saja, di hari yang sama unsur pimpinan di kampus ini juga melepas sejumlah mahasiswanya dari beberapa prodi mengikuti Credit Earning di kampus UNAND diantaranya prodi Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Matematika. Pengambilan mata kuliah nanti, diambil berdasarkan hasil diskusi dan MoU antara prodi STKIP PGRI Sumbar dengan Universitas Andalas dengan mempertimbangkan kesamaan kurikulum yang berlaku.
Prestasi terkini yang dicapai oleh STKIP PGRI Sumbar yaitu ditunjuknya STKIP PGRI Sumbar sebagai penyelenggara Diklat untuk calon kepala sekolah dan pengawas di Sumbar. Dan sebelumnya, kampus yang melahirkan tenaga pendidik ini juga menggelar Safari literasi pembudayaan gemar membaca yang diadakan Pustaka Nasional Republik Indonesia (RI) beberapa hari lalu, yang bekerja sama dengan Pustaka Daerah Provinsi Sumbar dan STKIP PGRI Sumbar. (adv)





