AGAM, METRO – Diduga mengalami depresi, lelaki yang sudah lanjut usia (lansia) ditemukan dalam kondisi tewas tergantung dengan seutas tali yang melilit di lehernya di area perkebunan tebu Palambean Jorong Padang Gelanggang, Nagari Matua Mudiak Kecamatan, Matur Kabupaten Agam, Rabu (14/8) sekitar pukul 06.00 WIB.
Warga setempat dibuat gempar dengan kejadian tersebut yang langsung berdatangan ke lokasi. Saat ditemukan, korban bernama Sabarudin (66) yang tubuhnya sudah kaku tak bernyawa tergantung di pohon yang berada sekitar 15 meter dari rumahnya. Kakinya menyentuh tanah dan kepalanya tersandar ke batang pohon.
Usai ditemukan, pihak kepolisian yang mendapatkan informasi adanya penemuan mayat tergantung itu, langsung datang ke lokasi melakukan identifikasi dan melakukan olah TKP. Setelah itu, atas permintaan keluarga tidak dilakukan visum, jasad korban yang sudah dibawa ke Puskesmas kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kapolres Agam AKBP Ferry suwandi melalui Kasat Reskrim Iptu M Reza mengatakan korban ditemukan gantung diri pertama kali oleh istrinya yang memang mencari keberadaan korban. Awalnya, sekitar pukul 03.00 WIB, korban masih berada di rumah dan masih bercerita dengan anaknya.
“Kepada anaknya, korban mengaku merasa masih dikejar- kejar sama orang dan menanyakan kepada anaknya apakah masih lama pengobatannya dilakukan. Sekitar pukul 05.00 WIB, istri korban pamit untuk melaksanakan sholat subuh. Namun, usai melaksanakan shalat subuh istrinya tidak melihat lagi korban di dalam kamar,” kata Iptu M Reza.
Iptu M Reza menambahkan, melihat suaminya tidak ada, istri korban berusaha memanggil-manggil sembari mencari, namun tetap tidak ketemu. Istri korban kemudian memberitahukan kepada anaknya kalau korban tidak ada di rumah. Setelah itu, istri korban dan anaknya berusaha mencari korban di sekitarpekarangan rumah, tetapi tetap tidak membuahkan hasil.
“Sekitar pukul 06.30 WIB, disaat sudah mulai terang, istri korban kembali mencarinya dan memperluas pencarian. Tak lama berselang, istri korban berhasil menermukan korban yang di kebun tebu dalam kondisi tewas tergantung di pohon,” ungkapnya.
Jeritan histeris sang istri tidak terbendung dikala melihat sang suami yang menjadi tumpuan hidup dalam rumah tangga harus meninggal dengan cara gantung diri. Mendengar jeritan tersebut masyarakat setempat berdatangan ke lokasi untuk melihat dan melaporkan peristiwa itu ke Polres Agam.
“Dugaan sementara, korban mengalami depresi. Setelah dilakukan identifikasi dan olah TKP, jasad korban kita bawa ke Puskesmas Matur. Pada tubuh korban tidak ditemukan kejanggalan- kejanggalan lain. Diduga murni bunuh diri. Korban selanjutkan diserahkan kepada keluarga untuk dimakam kan,” pungkasnya. (pry)





