BUKITTINGGI, METRO–Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Penggerak (TP) PKK bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Bukittinggi. Kegiatan tersebut digelar di Aula Balai Kota Bukittinggi, Senin (2/2), sebagai upaya memperkuat sinergi program antara TP PKK dan pemerintah daerah.
Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, dalam sambutannya menegaskan bahwa TP PKK telah hadir hampir lima dekade sejak pertama kali dicanangkan. Selama itu pula, organisasi ini konsisten bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat keluarga.
Menurutnya, TP PKK memiliki dasar hukum yang jelas sehingga memegang peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama pada sektor kesehatan masyarakat, penguatan ekonomi keluarga, serta peningkatan kesejahteraan sosial.
“Keberadaan TP PKK sangat penting dan perlu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bukittinggi, karena TP PKK merupakan mitra pemerintah dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga,” ungkap Yesi.
Sementara itu, Sekda Bukittinggi Rismal Hadi menekankan pentingnya posisi TP PKK sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Ia menyebut, kolaborasi yang solid antara Pemko dan TP PKK menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan warga.
“Sinergi dan kebersamaan antara Pemko Bukittinggi dan TP PKK menjadi hal yang sangat penting. Ke depan, koordinasi harus berjalan lebih optimal dengan keterlibatan seluruh unsur terkait, karena masih banyak program yang harus dilaksanakan bersama,” ujar Rismal.
Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya kolaborasi aktif antara SKPD dan TP PKK agar program kerja dapat berjalan selaras. Beberapa isu prioritas yang menjadi perhatian bersama di antaranya penanganan stunting, peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, hingga penguatan ketahanan keluarga.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk memperkuat peran TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kota Bukittinggi. (pry)






