SOLOK/SOLSEL

Masuki Fase Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi, Pemkab Solok Fokus Langkah Penguatan Teknis dan Administrasi Bantuan

2
×

Masuki Fase Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi, Pemkab Solok Fokus Langkah Penguatan Teknis dan Administrasi Bantuan

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Wabup Solok, Candra saat berkoordinasi langsung dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat untuk percepatan penganangan pascabencana.

SOLOK, METRO–Memasuki fase pemulihan pascabencana hi­drometeorologi, Pemerintah Kabupaten Solok terus memfokuskan langkah pa­da penguatan aspek teknis dan administrasi bantuan. Untuk itu, Salah Pemkab Solok berkoordinasi langsung dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat. Wabup Solok, Candra menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan seluruh proses bantuan pascabencana berjalan sesuai ketentuan. Khususnya terkait pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

“Setelah masa tanggap darurat, tantangannya bukan lagi sekadar bantuan darurat, tetapi bagaimana memastikan pemulihan berjalan terencana. Banyak hal teknis yang kami bahas, terutama menyangkut data, angka, dan petunjuk teknis yang diminta peme­rintah pusat,” ujarnya.

Dia menekankan, validitas data menjadi faktor krusial agar pengajuan bantuan tidak terhambat di tingkat pusat. Karena itu, koordinasi dengan peme­rintah provinsi dinilai stra­tegis untuk menyamakan persepsi dan langkah. Ditambah lagi bahwa data pe­ngusulan bantuan untuk da­e­rah terdampak akan se­gera ditindaklanjuti oleh BAPPENAS.

Dari sisi provinsi, Kalaksa BPBD Sumbar, Erasukma Munaf menyebutkan bahwa pembahasan tidak hanya mencakup huntap, tetapi juga rencana bantuan rumah ibadah terdampak, pembangunan jembatan gantung, serta kebutuhan infrastruktur penunjang lainnya.

Ia juga menyoroti respon cepat pemerintah pusat terhadap penanganan bencana di Sumatera Barat, yang dinilainya tidak terlepas dari solidnya komunikasi antara pimpinan daerah, Forkopimda, serta dukungan masyarakat di ranah dan rantau.  “Koordinasi dan kebersamaan menjadi kekuatan kita di Sumatera Barat. Ini yang membuat proses penanganan bencana  lebih cepat dan respon pusat juga cepat, karena laporan dan komunikasi berjalan de­ngan baik,” kata Erasukma.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat dae­rah (OPD) di wilayah terdampak, terutama dalam menyiapkan data teknis dan proposal bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi. “Sinkronisasi antar OPD mutlak diperlukan agar proses rehab rekon bisa berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Khairul menegaskan bahwa koordinasi ini menjadi pijakan awal untuk me­nindaklanjuti pengajuan rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB, sekaligus memastikan daerah memahami mekanisme teknis pe­nerimaan bantuan.  “Kami ingin seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masya­rakat terdampak,” katanya.

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam fase pascabencana. Tidak hanya untuk mempercepat bantuan, tetapi juga untuk membangun kesepahaman agar pemulihan berjalan berkelanjutan dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. (vko)