METRO SUMBAR

448 Warga Padang Panjang Terima Bantuan Atensi Rp1,09 Miliar

2
×

448 Warga Padang Panjang Terima Bantuan Atensi Rp1,09 Miliar

Sebarkan artikel ini

Sebanyak 448 ma­sya­rakat Padang Panjang menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) senilai Rp1,09 mi­liar dari Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, Kementerian Sosial RI.

Bantuan tersebut di­serahkan Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno, Romal Uli Jaya Sinaga yang diterima Wali Kota Padang Panjang yang diwakili Wakil Wali Kota, Allex Saputra, di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (27/1).

Romal menjelaskan, bantuan Atensi ini disalurkan dalam beberapa bentuk, di antaranya perleng­kapan kamar, perlengkapan dapur dan nutrisi, alat bantu, serta bantuan ke­wirausahaan berupa mo­dal usaha bagi pedagang.

“Pergunakanlah bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban 448 masyarakat penerima man­faat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, bantuan ini tidak terlepas dari upaya dan sinergi Pemerintah Kota Padangpanjang, khususnya Wako Hendri Arnis, Wawako Allex Saputra, serta Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Winarno.

“Manfaatkan bantuan ini untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga, terutama bagi penerima bantuan kewirausahaan,” tambahnya.

Sementara itu, Wawako Allex menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, Kementerian Sosial RI, atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Padang Panjang.

Ia menegaskan, bantuan Atensi tidak hanya dimaknai sebagai pe­nya­luran bantuan sosial, tetapi juga sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.

“Kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat, kami berpesan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ujar Allex.

Ia juga mengingatkan agar bantuan kewirausahaan digunakan secara bijak sebagai modal awal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi ke­luarga dan membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

“Ingatlah bahwa bantuan ini adalah penyema­ngat, bukan ketergantu­ngan. Pemerintah hadir untuk mendampingi, namun semangat, usaha, dan doa tetap menjadi kunci utama dalam memperbaiki taraf kehidupan,” tuturnya.

Ia berharap program Atensi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Padangpanjang yang sejahtera. (rmd)