PAYAKUMBUH/50 KOTA

PWI Payakumbuh-50 Kota Gelar UKW, Wartawan Kompeten Menjadi Garda Terdepan

0
×

PWI Payakumbuh-50 Kota Gelar UKW, Wartawan Kompeten Menjadi Garda Terdepan

Sebarkan artikel ini
BIMTEK UKW— Bupati Limapuluh Kota, Kadiskominfo Kota Payakumbuh, anggota DPRD Lima Puluh Kota saat menghadiri pembukaan Bimtek UKW.

LUMAPULUH KOTA, METRODi tengah derasnya kemunculan media baru dan meningkatnya penyebaran informasi tanpa verifikasi, Pemko Payakumbuh menilai Uji Kompetensi Wartawan (U­KW) menjadi benteng pen­ting untuk menjaga kualitas jurnalisme di daerah. Penegasan itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kurniawan Syah Putra, saat pembukaan UKW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (P­WI) Kota Payakumbuh di Hotel Kondang, Jumat (12/12).

Kurniawan menyoroti konflik terbesar dunia pers saat ini. Semakin banyaknya akun atau media abal-abal yang memproduksi konten tanpa etik, sementara wartawan profesio­nal harus menghadapi tekanan untuk tetap menghasilkan informasi yang akurat di tengah persaingan tidak seimbang tersebut.

“Di era informasi yang serba cepat ini, hoaks dan disinformasi menyebar bahkan lebih cepat dari kebenaran itu sendiri. Di sinilah wartawan kompeten menjadi garda terdepan. Tanpa kompetensi, kita akan kalah oleh arus informasi liar yang merugikan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, banyak­nya pelaku media baru yang mengabaikan kode etik kerap menciptakan kerancuan di publik.

Masyarakat kesulitan membedakan mana wartawan profesional dan mana pembuat konten yang tidak memiliki standar kerja jurnalistik. UKW, katanya, adalah cara untuk memperjelas batas itu.

“UKW ini bukan hanya soal keterampilan menulis atau meliput, tetapi juga tentang integritas dan tanggung jawab moral. Di tengah persaingan media yang semakin padat, kom­petensi adalah identitas yang tak bisa ditawar,” tegasnya.

Kurniawan mengatakan bahwa hubungan pemerintah dan wartawan bukanlah hubungan saling berhadapan, tetapi saling menguatkan.

Namun ia mengakui sering muncul ketegangan ketika informasi belum lengkap, sementara tekanan publik mendorong media untuk segera me­nyajikan berita. “Konflik informasi itu nyata. Wartawan butuh kepastian data, pemerintah butuh waktu verifikasi. Kompetensi akan membantu wartawan menyikapi situasi seperti itu dengan lebih profesional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Pemko Payakumbuh mem­buka ruang dialog dengan media kredibel, tetapi te­tap berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan pers tanpa kompetensi.

“Media yang sehat dan profesional akan menjadi mitra strategis pemba­ngu­nan. Sebaliknya, media tanpa kompetensi justru bisa menimbulkan kon­flik baru di ruang publik,” katanya.

Kurniawan berharap seluruh peserta mampu lulus dan memperkuat kualitas jurnalisme, khu­susnya di Payakumbuh.

Ia menyebut UKW a­da­lah salah satu cara untuk memastikan warta­wan siap menghadapi “pe­rang informasi” yang semakin kompleks. “Kompetensi adalah benteng utama kita. Wartawan harus mam­pu menjadi agen perubahan yang membangun, bukan bagian dari ma­salah. Semoga UKW ini membawa manfaat besar bagi dunia pers dan ma­syarakat Payakumbuh,” tutupnya.

Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Nafies, mengakui bahwa meningkatnya jumlah perusahaan pers di daerah turut menambah jumlah wartawan baru di lapangan. Namun, peningkatan itu sering tidak dibarengi dengan standar kompetensi yang sama.

“Dengan tumbuhnya perusahaan pers, persai­ngan semakin ketat. Wartawan yang tidak kompeten akan tersisih, semen­tara yang kompeten justru semakin dibutuhkan. UKW memastikan wartawan memiliki kualitas itu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyebaran hoaks dan media tidak profesional telah banyak menimbulkan konflik di masyarakat, mulai dari kabar bohong isu politik hingga misinformasi kebencanaan. Karena itu, jurnalis yang memegang lisensi kompetensi dapat menjadi pe­ne­ngah yang menyajikan informasi terverifikasi. “Mu­dah-mudahan peserta ha­ri ini semuanya kompeten, karena tantangan di la­pangan semakin berat,” ujarnya.

UKW kali ini diikuti 22 wartawan dari Payakumbuh dan Lima Puluh Kota. Kegiatan juga dihadiri oleh Bupati Lima Puluh Kota Safni, Anggota DPRD Muhammad Fajar Rillah Ves­ky, serta tamu undangan lainnya.

Aspon Dedi menyampaikan apresiasi terhadap Pemkab dan DPRD Lima Puluh Kota yang telah menganggarkan pelaksanaan UKW, serta Pemko Payakumbuh yang men­dukung peningkatan kompetensi wartawan pa­da tahun-tahun sebelumnya. “Sinergi ini sangat berarti, terutama ketika dunia pers sedang menghadapi tekanan dari banyak sisi,” pungkasnya. (uus)