AGAM/BUKITTINGGI

Sediakan Lahan 1,7 Hektare, Pemkab Padangpariaman Bangun 34 Unit Huntara

0
×

Sediakan Lahan 1,7 Hektare, Pemkab Padangpariaman Bangun 34 Unit Huntara

Sebarkan artikel ini
LOKASI HUNTARA—Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sudah menyiapkan lahan seluas 1,7 hektare untuk membangun 34 unit huntara untuk korban banjir bandang.

PDG.PARIAMAN, METRO— Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, kema­rin, menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan pemulihan pasca bencana dengan menyiapkan lahan seluas 1,7 hektare untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdam­pak bencana alam.

Pembangunan Huntara tersebut secara resmi di­mulai melalui peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumatera Barat Mah­yeldi, didampingi Bupati Padangpariaman John Ke­nedy Azis. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam. Acara tersebut turut dihadiri Sestama BNPB, Pangdam XX/Tuangku I­mam Bonjol, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda Kabupaten Padangpariaman, serta perangkat daerah terkait.

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis me­nyampaikan bahwa lahan pembangunan Huntara se­penuhnya disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sebagai bentuk tanggung jawab daerah dalam memastikan masyarakat terdampak segera memperoleh hunian yang layak dan aman. “Lahan seluas 1,7 hektare ini kami siapkan agar pembangunan Huntara dapat segera direalisasikan. Untuk tahap awal, diusulkan sebanyak 34 unit Huntara bagi masyarakat terdam­pak di kawasan Asam Pulau dan Pasia Laweh,” u­jarnya.

Lebih lanjut, Bupati JKA menegaskan bahwa sejak awal lokasi Huntara telah dipertimbangkan agar berpotensi dilanjutkan menjadi Hunian Tetap (Huntap) di masa mendatang. Oleh karena itu, penentuan lokasi dilakukan secara matang dari aspek keamanan, kelayakan, dan keberlanjutan. “Kita berharap hunian sementara ini nantinya dapat berlanjut menjadi hunian tetap. Karena itu, sejak awal lokasi Huntara harus disiapkan sekaligus untuk Huntap,” tegasnya.

Dalam kesempatan ter­­sebut, Bupati Padangpariaman juga meminta seluruh camat dan wali nagari di wilayah terdampak untuk segera menyiapkan serta mengusulkan lahan di dae­rah masing-masing guna mempercepat pemba­ngu­nan Huntara bagi ma­sya­rakat yang masih me­ng­ungsi. “Saya minta camat dan wali nagari bergerak cepat, menyiapkan lokasi dan lahan di wilayah masing-masing agar proses pembangunan hunian sementara dapat berjalan merata dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Bupati Padangpariaman menjelaskan bahwa pembangunan Huntara dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara itu, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) ke depan direncanakan akan difasilitasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNPB atas gerak cepatnya. Untuk Huntap, kami berharap dukungan dari Kementerian PKP agar dapat segera terealisasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Padangpariaman akan terus mempercepat penyiapan lahan relokasi serta pendataan calon pe­nerima Huntara di nagari dan kecamatan lain yang terdampak bencana. “Ka­mi menilai lokasi Huntara ini sangat aman dan strategis bagi masyarakat yang kehilangan rumah dan terdampak bencana berat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Padangpariaman, Emri Nurman, melaporkan bahwa berdasarkan pendataan terbaru bersama camat dan wali nagari, masih dibutuhkan sedikitnya 237 unit Huntara untuk mengakomodasi pe­ngungsi yang tersisa. “Lo­kasi pembangunan Huntara sedang kita siapkan di beberapa titik lainnya, ti­dak hanya di Asam Pulau. Semua lokasi harus clear dan clean,” ungkap Emri.

Ia menambahkan bahwa BNPB menegaskan pen­tingnya inventarisasi calon penerima serta kesiapan lahan sebelum pembangunan dilaksanakan. “Kita harus bergerak cepat dan terkoordinasi sesuai arahan Bupati. Pendataan pe­nerima dan penyiapan lahan menjadi kunci percepatan pembangunan Hun­tara,” tambahnya. (efa)