SOLOK/SOLSEL

Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemkab Solok Pertegas Komitmen Perkuat Sektor Pertanian

0
×

Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemkab Solok Pertegas Komitmen Perkuat Sektor Pertanian

Sebarkan artikel ini
RAKOR KEPALA DAERAH— Wakil Bupati Solok Candra saat menyampaikan pemaparan dalam Rakor bersama Gubenur Sumbar Mahyeldi, di Istana Gubernur, Kota Padang.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk memper­kuat sektor pertanian dan mendorong investasi pro­duktif sebagai strategi utama mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.  Hal ini disampaikan Wakil Bupati Solok, Candra, da­lam Rapat Koordinasi Pe­rekonomian Sumatera Barat Tahun 2025. Dia menegaskan pentingnya dukungan konkret bagi sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Solok.

“Kalau kita dukung sektor pertanian, dampaknya langsung dirasakan ma­syarakat dan dapat mendorong pertumbuhan eko­nomi di Kabupaten Solok,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan tambang ilegal yang dinilai merugikan daerah dan merusak ling­kungan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Solok, telah mengusulkan kepada Gubernur Sumatera Barat agar 13 titik tambang di wilayahnya dilegalkan dan dikelola oleh Koperasi Me­rah Putih, sehingga hasilnya dapat memberi manfaat langsung bagi ma­syarakat.

“Tambang ilegal tidak memberi manfaat bagi da­e­rah, bahkan dikuasai pihak luar. Dengan legalisasi dan pengelolaan berbasis koperasi, potensi ini akan lebih produktif dan ber­keadilan,” tegasnya.

Selain itu, Candra juga memaparkan potensi besar komoditas kopi Solok, yang telah dikenal sejak masa kolonial Belanda. Saat ini, Kabupaten Solok mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan 2.000 hektare lahan kopi, termasuk 1.050 hektare kebun kopi lama di Junjung Sirih.

Namun, Ia mengakui masih ada kendala pada akses jalan menuju kawasan tersebut yang me­lintasi hutan suaka alam.

“Kami berharap ada solusi konkret dari pemerintah pusat, agar potensi kopi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.

Candra juga meng­ung­kapkan perkembangan investasi panas bumi (geothermal) di Kabupaten Solok. Untuk proyek di Koto Sani yang dikelola oleh EDC, sudah ada kesepakatan bersama dan titik te­rang dalam realisasi inves­tasi. Namun, untuk pro­yek di Batu Bajanjang, pemerintah daerah masih akan melakukan evaluasi ulang. “Kami tidak ingin investasi justru menimbulkan ma­salah lingkungan seperti kasus Lapindo. Karena itu, semua proses harus hati-hati dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mengelola sektor-sektor strategis seperti pertanian, pertambangan, dan energi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Kabupaten Solok, akan terus meningkat tanpa men­ga­baikan kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (vko)