METRO SUMBAR

Pertemuan Advokasi Penurunan Stunting Bersama Kemenkes dan Poltekkes, Wabup: Angka Stunting Pasbar Turun 3,1 Persen dalam Setahun

0
×

Pertemuan Advokasi Penurunan Stunting Bersama Kemenkes dan Poltekkes, Wabup: Angka Stunting Pasbar Turun 3,1 Persen dalam Setahun

Sebarkan artikel ini
ADVOKASI PENURUNAN STUNTING— Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) M. Ihpan menghadiri pertemuan advokasi lintas program dan sektor terkait penurunan stunting.

PASBAR, METRO–Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) M. Ihpan menghadiri pertemuan advokasi lintas program dan sektor terkait penurunan stunting bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Poltekkes Kemenkes RI Padang serta diiikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan Sumbar, Dinas Kesehatan Pasbar, TP PKK, kepala OPD, serta sejumlah instansi terkait, pada Rabu (24/9) di Auditorium Kantor Bupati Pasbar.

Pertemuan tersebut membahas peningkatan intervensi gizi untuk balita usia 6–23 bulan, ibu hamil, remaja putri, tenaga kesehatan puskesmas, dan ka­der posyandu. Program ini mendukung penurunan stunting melalui pendekatan multisektor, pemberian makanan tambahan, serta pencegahan penyakit infeksi lewat imunisasi.

Wabup Ihpan, selaku Ketua Tim Percepatan Pen­cegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Pasbar, menyampaikan apresiasi atas kerja sama Poltekkes Kemenkes RI Padang dengan pemerintah daerah. “Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2024, angka stunting di Pasbar tercatat 26,6 per­sen, turun dari 29,7 persen pada 2023. Artinya, kita berhasil menurunkan stunti­ng sebesar 3,1 persen,” ujar­nya.

Ia menambahkan, data aplikasi EPPGMB Februari 2025 mencatat angka stunting Pasbar sebesar 13,2 persen. Capaian itu sudah berada di bawah target nasional 2025 sebesar 18 persen.  “Kami berharap kegiatan ini memberi dampak nyata dalam pencegahan dan penurunan stunting ke depan,” katanya.

Sementara itu, perwa­kilan Kemenkes RI Muhammad Fauzi menegaskan komitmen pemerintah da­lam mempercepat penurunan stunting. Menurutnya, 38 Poltekkes di seluruh Indonesia telah dikerahkan, melibatkan mahasis­wa dan dosen untuk terjun langsung ke masyarakat. “Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, Poltekkes bersama Kemenkes berupaya keras menekan angka stunting, khususnya di Pasbar,” tegas Fauzi. (end)