AGAM, METRO–Pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali berakhir tanpa hasil. Hingga Minggu (14/9) sore, korban bernama Dodi Prinando (40), warga Linggai, belum juga ditemukan meski puluhan personel gabungan telah dikerahkan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabiud KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Ichwan Pratama Danda, mengatakan, pencarian hari ketiga dimulai sejak pagi dengan penyisiran perahu serta bantuan tim penyelam. Namun, usaha itu belum membawa kabar baik.
“Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran dengan menggunakan tim penyelam dan perahu, survivor belum ditemukan. Proses pencarian dilanjutkan esok hari Senin pukul 08.00 WIB,” ungkap Ichwan.
Peristiwa ini bermula pada Kamis malam (11/9) ketika Dodi bersama rekannya, Awaludin (49), berangkat menembak ikan di danau. Setelah sempat beristirahat, keduanya kembali melanjutkan aktivitas sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat dini hari.
Namun, Dodi tak kunjung kembali. Warga kemudian menemukan perahu milik Dodi dalam keadaan kosong, berisi ikan hasil tangkapan, pakaian, dan jeriken, sekitar pukul 06.00 WIB.
Sejak saat itu, operasi pencarian dilakukan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Basarnas Pos Pasaman, Damkar, pemerintah nagari, kelompok siaga bencana, tenaga medis Puskesmas Maninjau, hingga keluarga dan masyarakat setempat. Perahu aluminium, mesin tempel, pelampung, hingga perlengkapan penyelaman digunakan untuk memperluas pencarian.
Meski terkendala kondisi dasar danau yang dipenuhi tumbuhan rambat, tim gabungan berkomitmen melanjutkan upaya hingga korban ditemukan. Di tepian danau, keluarga dan warga sekitar masih menaruh harapan besar agar Dodi segera kembali.
Pada hari pertama pencarian, Jumat (12/9), operasi dilakukan hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Dua perahu dikerahkan untuk menyisir area lokasi temuan perahu korban, namun hasilnya nihil. Pencarian kemudian dilanjutkan Sabtu pagi dengan strategi tambahan, terutama melalui penyelaman langsung.
Bahkan, pada pencarian hari kedua dan ketiga, area pencarian diperluas dan melibatkan lebih banyak personel. Pencarian dilakukan menggunakan drone dari udara, penyisiran menggunakan perahu karet hingga penyelaman. Sayangnya, upaya pencarian ini belum membuahkan hasil. (pry)






