PADANG, METRO–Aksi tawuran antarkelompok remaja di Kota Padang kembali memakan koran jiwa. Kali ini, seorang remaja yang berstatus pelajar kelas 3 SMA Taman Siswa, tewas setelah dikeroyok oleh geng lawannya di Jalan By Pass Simpang Ketaping, Kecamatan Kuranji, Sabtu dinihari (14/9).
Korban diketahui bernama Wahyu Andri Pratama (18), yang beralamat di Jalan Gunung Sago, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, sempat dibawa oleh teman-temannya ke Rumah Sakit Siti Rahma untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun sayangnya, korban yang kondisinya mengalami luka parah pada bagian kepala, luka lecet pada kaki dan luka bacokan senjata tajam pada punggung serta pinggangnya, tak bisa diselamatkan. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Video amatir yang memperlihatkan detik-detik korban dikeroyok oleh sekelompok remaja lawannya beredar di media seosial dan grup-grup WhatsApp. Terlihat, dua kelompok saling serang dengan senjata tajam dan kayu.
Korban yang mengenakan jaket berwarna merah menjadi sasaran pengeroyokan hingga terkapar bersimbah darah. Terlihat korban dipukuli menggunakan kayu berkali-kali sampai korban tersungkur di taman pembatas jalan.
Tim Khusus Bravo Polresta Padang yang menerima laporan adanya tawuran di Simpang Ketaping. Petugas langsung bergerak menyisir sepanjang Jalan By Pass, namun kelompok remaja yang bertikai sudah lebih dulu membubarkan diri. Tawuran tersebut diketahui melibatkan kelompok yang menamakan diri Mexiko yang berasal dari Khatib Sulaiman dan Aia Pacah, melawan kelompok BST (Barat Selatan Timur).
Sekitar satu jam kemudian, pukul 04.30 WIB, pihak kepolisian mendapat laporan bahwa salah satu pelaku tawuran tewas setelah dilarikan rekan-rekannya ke RS Siti Rahmah. Korban Wahyu mengalami luka serius di bagian kepala, punggung, tangan, dan kaki. Kasus itupun ditindaklanjuti Tim Klewang Satreskrim Polresta Padnag.
Pada hari itu juga, Tim Klewang berhasil menangkap lima remaja yang diduga terlibat dalam bentrokan berdarah tersebut. Bersama para pelaku, turut diamankan sejumlah senjata tajam yang dipakai saat kejadian
“Untuk saat ini lima pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap korban sudah diamankan, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian. Empat dari lima pelaku diketahui masih berstatus anak di bawah umur.,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, Minggu (14/9).












