BUKITTINGGI, METRO–Bukittinggi kembali menjadi pusat perhatian dunia perfilman nasional melalui penyelenggaraan West Sumatera Film Festival (WSFF) 2025. Festival berskala nasional ini resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, dan menampilkan sebanyak 205 film dengan ragam tema, mulai dari adat, budaya, hingga kehidupan sosial masyarakat Sumatera Barat.
Festival yang telah memasuki tahun kedua ini diinisiasi oleh anak-anak muda dari berbagai komunitas kreatif. Brave Jousant, Inisiator sekaligus Festival Director WSFF, menjelaskan bahwa festival tahun ini menghadirkan kolaborasi internasional.
“Di tahun pertama, ada 89 film yang terdaftar dengan jumlah penonton sebanyak 2.048 orang. Tahun ini, WSFF melibatkan sineas dari empat negara, yakni Indonesia, India, Spanyol, dan Turki,” ungkap Brave.
Tidak hanya sineas lokal dan nasional, WSFF juga menarik perhatian para pembuat film internasional. Hal ini menjadikan festival semakin bergengsi dan menegaskan peran Sumatera Barat sebagai pusat kreativitas berbasis budaya.
Dalam penyelenggaraannya, sejumlah tokoh perfilman terlibat aktif. Arief Malinmudo, sineas nasional asal Sumbar, dipercaya sebagai Festival Advisor. Paul Fauzan Agusta menjabat Program Advisor, sementara Wahyudha Herman dan Raja Aldi Prayoga menjadi Festival Programmer. Selain itu, Taufik Akbar bertindak sebagai Show Director dan Defri Karizal Chaniago sebagai Animator.
Ragam film yang ditampilkan terdiri dari 193 film in-focus, dengan rincian 64 film dokumenter dan 129 film fiksi. Keberagaman karya ini diharapkan mampu memperluas wawasan penonton tentang kekayaan budaya sekaligus dinamika kehidupan sosial.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyambut positif terselenggaranya WSFF. Menurutnya, Bukittinggi memiliki daya tarik kuat sebagai lokasi kegiatan kreatif bertaraf nasional.
“Festival ini merupakan kegiatan positif yang harus kita dukung bersama. Semoga jumlah penonton tahun ini meningkat signifikan, sekaligus mengangkat nama Bukittinggi dan Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi lintas negara dan kreativitas anak muda, WSFF diyakini akan menjadi agenda rutin yang dinantikan oleh pecinta film, baik dari dalam maupun luar negeri. (pry)






