SOLSEL, METRO–Lebah galo-galo, jenis lebah tanpa sengat yang dikenal memiliki banyak manfaat, kini mulai dilirik masyarakat sebagai usaha menjanjikan. Selain menghasilkan madu yang baik untuk kesehatan, budidaya lebah ini juga memiliki potensi ekonomi cukup besar.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Solok Selatan, Irwan Supriadi, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan untuk mengembangkan usaha madu galo-galo. Pada tahun anggaran 2025, pihaknya mengalokasikan anggaran khusus guna pengadaan lebah madu tersebut.
“Selain bisa dinikmati keluarga, madu galo-galo berpeluang besar dikembangkan menjadi usaha produktif masyarakat. Karena itu pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan awal,” ujarnya, Jumat (29/8).
Sebagai langkah awal, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan seleksi terhadap calon kelompok tani penerima bantuan (CPCL) di Kecamatan Sungai Pagu. Proses seleksi ini turut didampingi penyuluh pertanian dan Koordinator BPP Sungai Pagu.
Irwan berharap, kelompok tani yang terpilih nantinya tidak hanya sekadar menerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan budidaya lebah galo-galo hingga skala ekonomi.
“Harapan kita, usaha ini tidak berhenti pada program bantuan, melainkan benar-benar tumbuh menjadi unit usaha produktif yang menambah pendapatan petani,” tambahnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, budidaya lebah galo-galo di Solok Selatan bakal menjadi salah satu sektor baru yang dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. (jef)






