PAYAKUMBUH, METRO –Meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya kalangan mahasiswa tentang pentingnya jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan menggelar kegiatan “BPJS Kesehatan Goes to Campus” di Universitas Andalas (UNAND) Kampus II Payakumbuh. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari fakultas ekonomi dan bisnis yang tampak antusias menyimak kuliah program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPJS Kesehatan untuk mendekatkan layanan dan edukasi kepada generasi muda, sekaligus memberikan wawasan yang mendalam mengenai manfaat dan alur layanan program JKN. Dengan target utama para mahasiswa sebagai kelompok usia produktif, BPJS Kesehatan berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan sejak dini.
Sekretaris Koordinator Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Yindrizal, S.E., M.Sc., menyambut baik inisiatif BPJS Kesehatan. Dalam sambutannya, Yindrizal menegaskan pentingnya mahasiswa dalam memahami sistem jaminan kesehatan agar mereka siap menghadapi risiko kesehatan di masa depan.
“Mengingat pentingnya kegiatan ini, kami berharap seluruh mahasiswa bisa fokus untuk memahami isi materi dan nantinya bisa menjadi salah satu komunikator dalam menyosialisasikan program JKN kepada masyarakat. Apresiasi yang sebesar-besarnya juga untuk BPJS Kesehatan karena telah memberikan kuliah program JKN kepada mahasiswa kami karena program JKN ini memberikan perlindungan yang sangat vital, sehingga kami mendukung penuh kehadiran BPJS Kesehatan di kampus kami,” ucap Yindrizal.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase menyampaikan apresiasinya atas sambutan dari pihak UNAND Kampus II Payakumbuh pada kegiatan ini. Defiyanna menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan Goes to Campus merupakan rangkaian kegiatan semarak Hari Ulang Tahun Ke-57 BPJS Kesehatan.
“BPJS Kesehatan Goes to Campus merupakan salah satu metode yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memberikan wawasan pengalaman praktis dan menginspirasi para mahasiswa sekaligus meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait sistem Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk memberikan kuliah singkat terkait program JKN kepada mahasiswa,” jelas Defiyanna.
Jaminan Kesehatan Nasional merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Ada 3 alasan utama menjadi peserta JKN yaitu Protection (Perlindungan), Sharing (Gotong Royong) dan Compliance (Kepatuhan).
“Dalam pengelolaannya, program JKN menganut sistem gotong royong, artinya peserta JKN yang sehat membantu peserta JKN lain yang sedang sakit. Jadi, perlu dipahami bahwa meskipun peserta JKN itu tidak sakit, namun manfaatnya bisa dirasakan oleh peserta JKN lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan lewat iuran rutin yang kita dibayarkan setiap bulannya,” kata Defiyanna.
Defiyanna juga memaparkan berbagai inovasi kanal layanan yang dimiliki BPJS Kesehatan untuk mendukung transformasi layanan, seperti Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (Pandawa) di nomor 08118165165, Care Center 165, Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN), BPJS Online, hingga program New Rehab 2.0 yang memberikan kemudahan pembayaran tunggakan iuran BPJS Kesehatan dengan mekanisme cicilan.
Selain itu, terdapat petugas BPJS Satu (BPJS Siap Membantu) yang dapat peserta JKN hubungi saat membutuhkan informasi atau bantuan saat berada di rumah sakit. Nomor handphone petugas BPJS Satu dapat dilihat pada poster yang terpajang di setiap rumah sakit mitra BPJS Kesehatan.
Mengakhiri kuliah, Defiyanna mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi salah satu duta JKN yang akan menjadi komunikator dalam menyosialisasikan program JKN kepada masyarakat. Defiyanna berharap mahasiswa semakin paham akan pentingnya manfaat program JKN, terutama di masa-masa kuliah yang penuh aktivitas dan risiko kesehatan.
“Salah seorang mahasiswi UNAND, Bening Jaya Nurhaizan Antony (20) mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat positif karena selain memberikan ilmu pengetahuan yang baru terkait program JKN, mereka juga bisa meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga. Kuliah singkat ini memberikan gambaran jelas tentang cara mendaftar dan manfaat yang bisa diperoleh dari program JKN. (uus)






