BERITA UTAMA

Tabrakan dengan Mobil Pikap L300, Truk Tangki Nyaris Masuk Jurang, Tiga Orang Luka-luka

0
×

Tabrakan dengan Mobil Pikap L300, Truk Tangki Nyaris Masuk Jurang, Tiga Orang Luka-luka

Sebarkan artikel ini
KECELAKAAN— Kondisi truk tangki dan mobil pikal L300 yang bertabrakan di di Jalan Lintas Tapan–Sungai Penuh, Nagari Sungai Sako, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.

PESSEL, METRO–Truk tangki pengangkut crude palm oil (CPO) ber­tabrakan dengan mobil pi­kap L300 di Jalan Lintas Tapan–Sungai Penuh, Nagari Sungai Sako, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin pagi (18/8) sekitar pukul 08.30 WIB.

Akibat insiden nahas ini, tiga orang mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ketiga korban terdiri dari sopir pikap bernama Gusma­wardi beserta dua penumpangnya, Efendy dan Iyin. Sedangkan sopir truk tangki selamat tanpa luka.

Kanit Lantas Polsek Ba­sa Ampek Balai Tapan, Aiptu Nofrizal Indra membenarkan adanya kecelakaan itu. Menurutnya, kecelakaan melibatkan truk tangki dengan mobil pikap L300.

“Korban luka-luka cukup parah dan telah dievakuasi ke RSUD Dr Muhammad Zein Painan untuk perawatan intensif. Mereka merupakan warga Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir,” jelas Aiptu Nofrizal.

Sementara itu, kata Aiptu Nofrizal, pengemudi truk tangki dilaporkan selamat tanpa luka berat. Namun, kondisi kenda­raannya sangat kritis. Separuh badan truk nyaris terjungkal ke jurang di tepi jalan.

“Sedangkan mobil L300 mengalami kerusakan pa­rah di bagian depan. Kaca depan pecah berantakan, dashboard hancur, dan bodi mobil ringsek akibat benturan keras,” tuturnya.

Proses evakuasi korban pun berlangsung dramatis. Warga bahu-membahu mengeluarkan sopir pikap dan penumpangnya yang terluka dari dalam mobil. Bahkan, korban terpaksa dikeluarkan dari kaca depan yang pecah.

“Warga harus mengeluarkan korban melalui kaca depan yang sudah pecah karena pintu mobil sulit dibuka,” ujar seorang saksi di lokasi.

Hingga siang hari, petugas bersama warga masih berupaya mengevakuasi truk menggunakan derek untuk mengamankan lokasi. Truk tangki yang datang dari arah Jambi terlihat dalam posisi miring dengan separuh badan menggantung di tepi jurang.

Kondisi ini memperumit evakuasi karena risiko truk terjungkal ke bawah masih tinggi. Hingga berita ini diturunkan, Polisi masih me­nyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor kelelahan pe­ngemudi.

“Kami menduga ada faktor human error, seperti mengantuk atau kurang konsentrasi. Namun, kami masih memeriksa saksi dan kondisi lapangan untuk memastikan kronologi pas­tinya,” tegas Aiptu Nofrizal.

Kecelakaan ini sempat mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Lintas Tapan–Sungai Penuh. Arus lalu lintas dari arah Jambi dan Tapan terhambat karena posisi truk dan mobil L300 yang menutup sebagian jalan. Warga setempat sempat membantu mengatur lalu lintas sebelum petugas kepolisian datang.

Menyikapi insiden ini, polisi mengingatkan pengendara, terutama sopir kendaraan berat, untuk selalu memeriksa kondisi fisik sebelum berkendara.

“Jalan ini termasuk ra­wan kecelakaan. Jika lelah, beristirahatlah sejenak. Jangan memaksakan diri karena bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” pesan Aiptu Nofrizal. (*)