PADANG, METRO–Bertindak sebagai tuan rumah dengan total atlet yang diturunkan sebanyak 90 orang, Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Padang bertekad melanjutkan tradisi juara umum pada Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup yang berlangsung
Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 ini berlangsung mulai Rabu (7/8) sampai dengan Sabtu (9/8).
Kejuaraan ini diikuti ratusan atlet dari 15 kabupaten kota se-Sumbar. Selain Kota Padang yang bertindak sebagai tuan rumah, daerah lain yang ikut mengirimkan atletnya adalah Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kota Payakumbuh, kemudian dari Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Diperkirakan, sebanyak 400 orang atlet, pelatih, dan official menghadiri kejuaraan kali ini.
Kota Padang selaku tuan rumah menurunkan sebanyak 90 orang atlet yang akan tampil di 37 nomor yang dipertandingkan mulai dari unior, remaja, dan dewasa.
”Persiapan sudah dilakukan selama lima bulan terakhir. Kejuaraan ini juga untuk persiapan kejuaraan nasional wilayah dengan tuan rumah Sawahlunto pada bulan November tahun ini. Target kita adalah meneruskan tradisi juara umum,” kata Pelatih Perkemi Kota Padang, Adek Putra Mahendra saat diwawancarai di sela-sela menyaksikan anak asuhnya bertanding, Kamis (7/8).
Adek optimistis dengan peluang Perkemi Kota Padang untuk keluar sebagai juara umum, selain tuan rumah, Kota Padang juga menurunkan sebanyak 15 atlet yang sudah berpengalaman tampil di berbagai kejuaraan nasional.
”Ada atlet kita tercatat pernah tampil di kejuaraan nasional, seperti PON, Popnas, atlet mahasiswa nasional. Dengan kekuatan atlet yang ada, kami optimistis target untuk meneruskan tradisi juara umum akan dapat diraih,” terang Adek optimistis.
Pada Kejuaraan Kempo Wali Kota Padang Cup tahun ini, panitia menggunakan dua sistem penilaian, sistem gugur dan setengah kompetis.
”Untuk Randori (tarung) digunakan double elimination, kalaupun kalah main pertama atlet akan kembali tampi di pertandingan kedua dan apabila menang masih ada peluang ke babak selanjutnya. Ini sistem yang sebelumnya juga digunakan di PON,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup, Nofrialdi menyebut bahwa untuk pembukaan secara resmi akan dilaksanakan, Jumat (8/8) sore.
Ratusan Atlet
Di sisi lain, ratusan atlet kempo se-Sumatera Barat dipastikan ikut ambil bagian pada Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Kota Padang ke-356. Sebelum hari pertandingan, Rabu (6/8), para atlet yang akan berlaga terlebih dahulu menjalani timbang berat di Gedung Olahraga KONI Sumbar, Komplek GOR H Agus Salim.
“Hari ini kita melakukan timbang berat badan atlet untuk penentuan nomor yang akan dipertandingkan besok (Kamis). Semua atlet, termasuk yang dari luar kota hari ini timbang berat badan,” kata Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup, Nofrialdi saat diwawancarai pada sela-sela pelaksanaan timbang berat badan atlet, Rabu (6/8).
Dikatakannya, pada Kejuaraan Kempo Wali Kota Cup kali ini, peserta berasal dari 15 kabupaten kota se-Sumbar, mulai dari Kota Padang selaku tuan rumah, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kota Payakumbuh, kemudian dari Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
”Untuk atlet dan official pelatih diperkirakan jumlahnya sekitar 400 orang,” ujar Nofrialdi.
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa akan terdapat sebanyak 37 nomor yang dipertandingkan untuk kategori junior, remaja, dan dewasa.
”Khusus untuk dewasa, kejuaraan ini juga sekaligus seleksi untuk PON Beladiri Nasional yang akan dilaksanakan Oktober 2025 nanti. Jadi yang terbaik di sini akan mewakili Sumbar di PON Beladiri Nasional nanti,” pungkasnya. (ren)






