SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Mosaic-PP Muhammadiyah, Resmikan Panel Surya Masjid Buya Syafii Maarif

0
×

Mosaic-PP Muhammadiyah, Resmikan Panel Surya Masjid Buya Syafii Maarif

Sebarkan artikel ini
BERSAMA—Bersama Muslim for Shared Action on Climate Impact (Mosaic) Indonesia bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat,

SIJUNJUNG, METRO–Muslims for Shared Action on Climate Impact (Mosaic) Indonesia bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meres­mikan pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif yang terletak di Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kabupaten Sijunjung.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari program Sedekah Energi yang kali ini mengusung tema Mencerahkan dengan Surya, Meneruskan Cita Buya,” ungkap  Project Lead Sedekah Energi Mosaic Indonesia Elok Faiqotul Mutia..

Dikatakan, program tersebut bertujuan me­ngedukasi masyarakat untuk berpartisipasi da­lam penyediaan energi terbarukan di rumah iba­dah, khususnya masjid, sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap solusi perubahan iklim.

“Program Sedekah Energi merupakan bentuk baru dari sedekah yang tidak hanya bernilai iba­dah, tetapi juga memberi manfaat bagi bumi. Allah SWT memerintahkan kita untuk menjaga bumi. Me­lalui program ini, umat muslim bisa terlibat langsung dalam menjaga kelestariannya,” sebut Elok Faiqotul Mutia.

Adanya program ini, ia berharap program Sedekah Energi bisa diduplikasi oleh banyak pihak khususnya masjid-masjid di Sumbar. Sedekah Energi tidak hanya fokus pada solarisasi tapi juga proses pelatihan yang bisa diakses untuk umum.

“Pelatihannya berupa cara audit menghitung kebutuhan energi dari panel surya sampai dengan pemasangannya,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pro­vinsi Sumatera Barat, Hel­mi Heryanto menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Mosaic Indonesia. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam me­ngembangkan fasilitas energi bersih di Sumatera Barat.

“Kami sangat menyambut baik dan mendukung agar program ini bisa diperluas ke daerah lain, terutama wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau listrik secara merata seperti di Kepulauan Mentawai,” ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini bauran energi di Sumbar tergolong meningkat. Secara mix energi primer Energi Baru Terbarukan (EBT), Sumbar sudah mencapai 30,59 persen. Jauh diatas EBT nasional yang masih 14 persen.

Sementara itu, secara pembangkit listrik, Helmi mengklaim EBT Sumbar sudah mencapai 52 persen.

“Hanya 48 persen saat ini pembangkit listrik kita dari energi fosil,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Sumpur Kudus Selatan, Khairul Basri turut menyampaikan rasa syu­kur dan terima kasih atas bantuan panel surya yang digagas Mosaic Indonesia.  “Alhamdulillah, masjid kami kini tidak lagi mengalami pemadaman listrik. Sebelumnya, kami mengeluarkan biaya sekitar Rp350 ribu per bulan untuk tagihan listrik,” kata Khairul yang juga takmir Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung.

Untuk diketahui, panel surya Masjid Buya Syafii Maarif telah dipasang sejak 2 Mei 2025. Sebelumnya, pemasangan juga sudah dilakukan di beberapa lokasi seperti Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta dan Jawa Barat. Tahun ini, Sumatera Barat menjadi lokasi baru yang menerima manfaat program.

Pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung sendiri merupakan yang keenam sejak program Sedekah Energi tersebut dijalankan pada 2022. (ndo/rel)