LIMAPULUH KOTA, METRO –Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota kembali melakukan Fogging atau pengasapan di Nagari Lubuak Batingkok Kecamatan Harau pasca tujuh orang warga di berbagai Jorong di daerah tersebut terkena penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD). Bahkan dari 7 orang warga tersebut beberapa diantaranya bahkan sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di Rumah Sakit di Kota Payakumbuh.
Fogging kedua (siklus kedua) dilakukan petugas dari Dinas Kesehatan pada Selasa (29/7), sementara Fogging pertama dilakukan pada pekan sebelumnya diberbagai Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, diantaranya di Tarantang, Lubuak Limpato, Kubang Tungkek dan Danguang-danguang.
“Alhamdulillah untuk Fogging siklus kedua telah selesai kita lakukan hari ini di Nagari Lubuak Batingkok, ini menindaklanjuti laporan dari Puskesmas bahwa sebelumnya ada masyarakat kita yang terkena DBD,” Sebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota melalui Fakhrurozi, Epidemiologi Kesehatan Madya.
Lebih jauh Fakhrurozi menyebutkan, dengan telah selesainya dilakukan Fogging sebanyak dua siklus, tidak akan dilakukan lagi Fogging didaerah itu. “Sudah, sekarang sudah cukup karena sudah dua siklus Fogging. Karena SOP nya Fogging kita dilakukan hanya dua siklus,” tutupnya.
Sementara Walinagari Lubuak Batingkok, Yon Elvi membenarkan sejumlah warga nya sebelumnya memang terkena DBD dan bahkan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit, namun saat ini telah sembuh dan diperbolehkan pulang.
“Susuai laporan dari masyarakat melalui Jorong, ada sekitar 7 orang warga yang terkena DBD. Dari 7 orang itu ada yang dirawat 5 hingga 7 hari dirumah sakit,” ucap Yon Elvi didampingi Bhabinkamtibmas Nagari Lubuak Batingkok, BRIPKA. Aris Jafril.
Walinagari juga menambahkan, saat ini mereka yang sempat menjalani perawatan telah sembuh dan diperbolehkan pulang. “Alhamdulillah, saat ini mereka yang sempat dirawat sudah diperbolehkan pulang dan sehat,” tambahnya.
Sementara terkait pelaksanaan Fogging yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Walinagari berharap masyarakat untuk tidak takut dan mendukung upaya pencegahan DBD yang dilakukan. “ Fogging telah dilakukan sebanyak dua kali. Kita sangat sayangkan adanya masyarakat yang menolak pelaksanaan Fogging. Kedepannya kita berharap upaya pencegahan ini (Fogging) bisa didukung maksimal dan tidak ada lagi yang menolak,” harapnya. (uus)






