BUKITTINGGI, METRO–Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Bukittinggi terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan dasar kemanusiaan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi pelajar tingkat dasar hingga menengah.
Ketua PMI Bukittinggi, Chairunnas, menyampaikan bahwa edukasi ini rutin dilaksanakan sebagai bagian dari misi kemanusiaan organisasi. Edukasi P3K tidak hanya diberikan dalam bentuk teori, tetapi juga dikombinasikan dengan praktik langsung di lapangan, terutama bagi pelajar yang tergabung dalam ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR).
“Edukasi pertolongan pertama terus kita lakukan, baik kepada pelajar SMA maupun anggota PMR. Kita ingin mereka bisa tanggap dalam kondisi darurat, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini,” ujar Chairunnas yang akrab disapa Anas, saat ditemui RRI, Selasa (29/7).
Menurutnya, kehadiran PMI di tengah masyarakat tak hanya difokuskan pada penanggulangan bencana atau donor darah, tetapi juga edukasi menyeluruh, termasuk kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi situasi darurat sehari-hari.
Sebagai wujud nyata dari penguatan kolaborasi dengan dunia pendidikan, PMI Kota Bukittinggi juga menjalin kerja sama dengan SMA Negeri 2 Bukittinggi. Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani pada Jumat (25/7) lalu di sekolah tersebut, disaksikan langsung oleh jajaran guru dan pengurus PMI.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua PMI Bukittinggi, Chairunnas, dan Kepala SMA Negeri 2 Bukittinggi, Murnita. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam aksi-aksi kemanusiaan.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, keterampilan dasar penyelamatan, dan kepedulian terhadap sesama,” tambah Chairunnas.pry)






