SOLOK/SOLSEL

Pemkab Solok Gelar Audiensi dengan Pihak Terkait, Masyarakat Khawatir dengan Pengembangan Energi Panas Bumi

0
×

Pemkab Solok Gelar Audiensi dengan Pihak Terkait, Masyarakat Khawatir dengan Pengembangan Energi Panas Bumi

Sebarkan artikel ini
AUDENSI— Pemerintah Kabupaten Solok menggelar audiensi bersama sejumlah pihak terkait pengembangan energi panas bumi (geothermal) di wilayah Kecamatan X Koto Singkarak tersebut.

SOLOK, METRO–Rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di daerah Kabupaten Solok kembali dilakukan. Kali ini rencana pengembangan energi pa­nas bumi dilakukan di wila­yah Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Solok menggelar audiensi bersama se­jumlah pihak terkait pe­ngembangan energi panas bumi (geothermal) di wila­yah Kecamatan X Koto Singkarak tersebut.

Menurut Wakil Bupati Solok Candra, audiensi ini merupakan respon terhadap isu-isu yang ber­kembang di tengah masya­rakat terkait rencana pe­ngeboran panas bumi di sejumlah titik, seperti Jo­rong Kasiak, Limo Niniak, dan Ujuang Ladang yang terletak di Kecamatan X Koto Singkarak. “Kami me­nya­dari masih ada kekhawatiran di masyarakat terkait pe­ngembangan energi panas bumi. Untuk itu, penting bagi kami memberikan edukasi berbasis fakta dan ilmu pengeta­huan,” ujar Candra.

Bahkan dia mengusulkan pembuatan film dokumenter sebagai upaya sosialisasi yang lebih komprehensif. Di dalam film tersebut dapat menjelaskan bagaimana proses pengeboran, pengelolaan limbah, serta dampak lingkungan secara ilmiah, dan membantah narasi yang menyamakan geothermal dengan kasus Lapindo.

Pada kesempatan itu Asisten II, Deni Prihatni menyatakan bahwa secara teknis lokasi pengeboran telah dikaji dan berada jauh dari pemukiman serta objek wisata seperti Air Panas Boluluang. “Kami tetap men­cermati dinamika sosial, dan akan terus berkoordinasi dengan PT. EDC untuk me­lakukan pen­dekatan yang lebih humanis,” ujarnya.

Sementara itu, Zulfikar dari PT. EDC Panas Bumi Indonesia mengapresiasi terbukanya dialog dengan masyarakat serta dukungan dari pemerintah daerah. “Kami berkomitmen menjunjung prinsip keterbukaan dan kehati-hatian dalam setiap tahapan, termasuk studi kelayakan,” ungkapnya. Proyek ini, lanjutnya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi bersih nasional, namun juga berpeluang mendatangkan manfaat eko­nomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Camat X Koto Singkarak Chrismon Darma menyampaikan keprihatinan atas ber­kembangnya isu-isu yang belum berdasar, bahkan sampai memicu ajakan aksi unjuk rasa. “Kegiatan eksplorasi belum dimulai, tapi spanduk penolakan sudah bermunculan. Kami mengajak masyarakat te­tap tenang dan menempuh jalur komunikasi,” tegasnya. Menurut Chrismon, Pemerintah Kecamatan terus melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan pihak nagari untuk meredam potensi konflik serta menjaga stabilitas sosial di tengah masya­rakat. (vko)