METRO PADANG

Wako Serap Aspirasi di Kedai Kopi, Warga Minta Bebaskan Belimbing Kuranji dari Banjir

0
×

Wako Serap Aspirasi di Kedai Kopi, Warga Minta Bebaskan Belimbing Kuranji dari Banjir

Sebarkan artikel ini
NGOPI DI WARUNG— Wali Kota Padang Fadly Amran yang berbaur dengan warga pengunjung kedai kopi lain untuk menyerap langsung aspirasi dari warga Kuranji, di jalan raya Belimbing, Kuranji, Sabtu (21/6).

BELIMBING, METRO–Akhir pekan Sabtu (21/6), Wako Fadly Amran memiliki cara tersendiri untuk mengetahui langsung kondisi warganya. Politisi Partai Nasdem ini, memilih warung kopi di Jalan Raya Belimbing, Kuranji, dan duduk di antara deretan kursi plastik, berbaur dengan warga pengunjung kedai kopi lain.

Mantan wako Padangpanjang ini ke Belimbing memang berbeda dari biasa. Dia datang bukan dalam rangka memberikan sambutan untuk sebuah kegiatan, kedatangannya adalah untuk menyerap langsung aspirasi warga.

Kesempatan itu pun benar-benar dimanfaatkan warga untuk menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari jalan rusak, drainase tersumbat, sampah, dan banjir yang kerap menghambat aktivitas war­ga. Setiap masukan dan aspirasi warga itu pun senantiasa dicatat Wako Fadly Amran untuk kemudian ditindaklanjuti.

Tokoh masyarakat Ku­ranji, Jufrizal menyebut ke­hadiran Wali Kota seperti angin segar yang menye­juk­kan kegelisahan warga se­lama ini.

“Sudah lama kami me­nung­gu pemerintah datang langsung melihat kondisi kami. Tapi baru kali ini, kami merasa benar-benar diperhatikan,” ungkap Jufrizal.

Ia menilai, langkah Fad­l­y Amran yang mau turun langsung ke tengah masyarakat, duduk di wa­rung kopi dan berdialog santai, menjadi bukti bahwa pemimpin bisa dekat, dan perubahan dimulai dari kedekatan itu.

“Kami berterima kasih sebesar-besarnya. Warga senang bukan karena di­beri janji, tapi karena akhir­nya suara kami sampai ke telinga yang tepat,” ujarnya.

Sementara, Wako Fadly Amran menyebut, dengan turun langsung menemui warga dia bisa mendapatkan aspirasi yang lebih jujur.

“Saya lebih suka mendengar langsung seperti ini. Suasananya lebih jujur, dan dari sini saya bisa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat,” kata Fadly Amran.

Dikatakannya,  setiap aspirasi dan persoalan yang disampaikan tidak akan berhenti di meja kopi, tapi akan dibawa ke meja kerja untuk ditindaklanjuti.

“Saya tidak datang untuk pencitraan. Saya datang untuk mendengar, mencatat, dan mencari jalan keluarnya bersama. Kota ini tidak akan maju kalau pemerintah dan warga tidak berjalan seiring,” tegasnya.

Fadly juga mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan, terutama da­lam pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, banjir dan genangan air bukan semata karena hujan deras, tapi juga karena sampah yang dibuang sembarangan ke saluran.

“Kalau ingin Kuranji bebas genangan, kita ha­rus mulai dari hal paling sederhana: pilah sampah dari rumah. Jangan buang ke parit, karena itu akan kembali ke kita dalam bentuk banjir,” ujarnya. (ren)