METRO PADANG

Waspada Kebakaran di Tengah Cuaca Terik, Si Gulambai Habisi Kedai Nasi dan Rumah Kontrakan

1
×

Waspada Kebakaran di Tengah Cuaca Terik, Si Gulambai Habisi Kedai Nasi dan Rumah Kontrakan

Sebarkan artikel ini
HABIS TERBAKAR— Rumah kontrakan di Kompleks Perumahan Gery Permai Blok V 21, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Kototangah, dilalap si jago merah. Musibah ini menyebabkan satu penghuni, Ernawati (44), ibu rumah tangga, mengalami luka bakar di bagian kaki.

PADANGSARAI, METRO–Cuaca panas yang terjadi saat ini di Kota Padang berpotensi menim­bulkan bencana kebakaran. Warga pun diminta mewaspadai ancaman kebakaran dengan melakukan upaya pencegahan, seperti mematikan dan mencabut kabel listrik di rumah jika tidak digunakan serta tidak me­ninggalkan peralatan listrik dalam kon­disi menyala.

Akhir pekan kemarin, dua kasus kebakaran terjadi dan berhasil diji­nak­kan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.

Minggu (22/6), rumah kontrakan di Komplek Perumahan Gery Permai Blok V 21, Kelurahan Padang Sarai, Keca­matan Koto Tangah, Kota Padang, dilalap si jago merah. Musibah ini menyebabkan satu penghuni, Ernawati (44), seorang ibu rumah tangga, mengalami luka bakar di bagian kaki. Kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp35 juta.

Menurut keterangan Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Ri­nal­di, laporan kejadian diterima pihaknya pada pu­kul 08.58 WIB. Tim Dam­kar langsung bergerak cepat.

“Tiga menit setelah laporan masuk, tepatnya pu­kul 09.01 WIB, unit kami langsung meluncur ke lokasi. Kami tiba di TKP pada pukul 09.04 WIB dan berhasil memadamkan api serta menyelesaikan penanganan pada pukul 09.30 WIB,” ungkap Rinaldi.

Dijelaskannya, jarak tem­puh dari Mako Damkar ke lokasi kejadian hanya se­kitar 1,5 kilometer. Untuk me­madamkan api, Dinas Pe­madam Kebakaran me­nge­­rahkan dua unit armada dengan total 25 personel.

Berdasarkan keterangan saksi, Andrianus (60), seorang pensiunan PNS LPMP, api bermula saat korban, Ernawati, mencoba menyalakan kompor gas untuk merebus air. Kompor yang sulit menyala menye­ba­b­kan gas bocor dan me­micu ledakan.

“Ledakan inilah yang menyebabkan Ernawati mengalami luka bakar di kakinya. Saksi kemudian segera melaporkan kejadian ini ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang,” kata Rinaldi.

Kebakaran ini menghanguskan satu unit bangunan kontrakan dengan luas terbakar sekitar 4×4 meter persegi. Bangunan kontrakan ini milik Syafnidar (63), seorang pensiunan guru, dan dikontrak oleh M. Satria (35), seorang karyawan swasta. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Meski demikian, keba­karan ini berpotensi me­rem­­bet ke empat unit kontrakan lainnya di sekitar lokasi, di mana tiga di antaranya dalam keadaan kosong dan satu unit dihuni oleh satu KK dengan empat jiwa.

Situasi di lokasi kejadian cukup menantang karena berada di area perumahan padat dengan akses jalan yang sempit, me­s­kipun masyarakat sekitar ramai berdatangan.

“Penyebab pasti kebakaran ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan peralatan rumah tangga yang berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti kompor gas,” imbau Rinaldi.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Sabtu (21/6) siang, kebakaran hebat juga menghabiskan rumah makan di Jalan Berok Raya No.37, RT 003 RW 003, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo.

Rinaldi mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.45 WIB. Enam unit armada dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Kabid Operasional Dinas Damkar Rinaldi mengatakan, 6 unit mobil pemadam diturunkan saat laporan masuk sekitar pu­kul 11.45 WIB.

Ia menjelaskan, yang terbakar adalah sebuah rumah makan dengan na­ma Ampera Uni. Pemilik bernama Darmen berusia 35 tahun. “Kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta,” sebut Rinaldi.

Rinaldi mengatakan, awalnya saksi bernama Rifka Putri Handayani (36) melihat api dari arah rumah makan. Saksi kemudian melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.

“Petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu tujuh menit setelah laporan masuk, yaitu pukul 11.53 WIB, dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 12.23 WIB,” pungkas Rinaldi. (ren)