TABING, METRO–Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah memberangkatkan 3.805 jemaah haji Embarkasi Padang yang tergabung dalam 9 kloter. Tujuh kloter di gelombang 1 dan dua kloter di gelombang 2.
Pada Senin (19/5), PPIH menerima jemaah kloter 10 di Asrama Haji. Kedatangan jemaah disambut oleh Kepala Bidang PHU, M Rifki, Kakan Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi serta seluruh PPIH dan P3IH.
Iring-iringan bus jemaah asal Padang Pariaman ini mulai memasuki gerbang asrama haji pukul 15.30 WIB. Kemudian disusul jemaah Solok Selatan yang tiba hampir bersama dan jemaah Mentawai dan Kota Padang.
Kabid PHU sekaligus Sekretaris PPIH mengungkapkan proses pemberangkatan jemaah di Embarkasi Padang masih berlangsung. Dari 15 kloter jemaah haji, sembilan kloter diantaranya sudah tiba di tanah suci dengan jumlah jemaah 3.805 orang.
“Alhamdulillah, proses pemberangkatan jemaah haji embarkasi Padang berjalan berjalan lancar. Hingga hari ini kita belum menemukan kendala yang berarti. Pelayanan di one stop service semakin hari juga semakin cepat,” ucap Rifki.
Rifki selalu memastikan setiap layanan yang diberikan oleh masing-masing seksi tetap berjalan dengan baik. Pihak terus melakukan skema baru jika ada satu layanan saja yang agak melambat.
“Setiap hari PPIH Embarkasi selalu melalukan evaluasi terhadap layanan yang sudah diberikan. Terutama untuk layanan lansia. Petugas langsung menjemput dan membopong jemaah turun dari bus,” terang Rifki.
Jemaah kloter 10 ini berjumlah 423 orang dengan rincian dari Padang Pariaman 269 orang, Padang 96 orang, Solok Selatan 32 orang, Kepulauan Mentawai 19 orang, Petugas Haji Daerah (PHD) 3 orang dan Petugas Kloter 4 orang.
Jemaah kloter 10 akan diterbangkan Selasa (20/5) dalam fase gelombang 2 dari Bandara International Minangkabau menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pukul 18.35 WIB.
Kloter 10 didampingi 4 petugas kloter, Ketua Kloter Afdal Dinilhaq, Pembimbing Ibadah Fuadi Nawawi, Dokter Puti M Perawat Revia Novemi dan Petugas Haji Daerah Muslim, Evelin dan Aznam.
Jemaah Haji Diminta Jaga Kesehatan
Sementara itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem dan kepadatan jemaah yang terus meningkat jelang puncak pelaksanaan ibadah haji (Armuzna).
Langkah ini penting agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dalam kondisi prima, khususnya saat wukuf di Arafah.
Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr M Imran mengatakan bahwa suhu di Mekkah dalam dua hari terakhir tercatat mencapai 42 hingga 46 derajat Celcius, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekatnya musim panas pada Juni 2025.
Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya kepadatan jemaah dari berbagai negara yang kini mulai memadati Kota Mekkah.
“Jumlah jemaah yang datang semakin bertambah, baik dari Madinah maupun dari Tanah Air. Saat ini, lebih dari 71 ribu jemaah haji Indonesia telah berada di Mekkah, dan akan terus bertambah hingga mencapai 203 ribu orang,” ucap dr Imran dalam konferensi pers di Kantor Urusan Haji Mekkah, Senin (19/5).
Ia mengungkapkan bahwa situasi kepadatan dan suhu yang tinggi berpotensi menimbulkan kelelahan, dehidrasi, hingga memperparah kondisi kesehatan jemaah. Terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan pernapasan.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, hingga 18 Mei 2025 pukul 16.00 WAS, terdapat 1.167 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan jemaah.
Jika tidak ditangani dengan baik, ISPA dapat berkembang menjadi pneumonia, yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama perawatan jemaah di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit Arab Saudi.
“Penyakit terbanyak yang kami temukan saat ini adalah ISPA, hipertensi, dan diabetes. Terdapat juga jemaah yang dirawat karena radang paru, paru kronis, dan jantung koroner. Kami berharap semua jemaah dapat segera pulih agar dapat mengikuti puncak haji,” beber Imran.
Ia juga menyampaikan rasa duka atas wafatnya 28 jemaah hingga 18 Mei 2025, yang umumnya disebabkan oleh penyakit jantung dan infeksi sistemik akibat penurunan daya tahan tubuh.
Untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih berat, Imran memberikan sejumlah imbauan kepada jemaah, khususnya yang lansia atau memiliki penyakit bawaan. (ren/rel)






