METRO PADANG

Ringankan Beban Ekonomi Warga Menjelang Ramadhan, Pemko dan Kejari Padang Gelar Pasar Murah di 8 Kecamatan

0
×

Ringankan Beban Ekonomi Warga Menjelang Ramadhan, Pemko dan Kejari Padang Gelar Pasar Murah di 8 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
PASAR MURAH— Hari pertama pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Kejari Padang, diserbu warga di Kompleks Jondul, Kelurahan Parupuk Tabing, pada Selasa (11/2).

PADANG, METRO–Untuk membantu masyarakat menda­pat­kan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau jelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Padang menggelar pasar murah di delapan kecamatan.

Hari pertama kegiatan ini dimulai di Kecamatan Koto Tangah, tepatnya di Komplek Jondul, Kelurahan Parupuk Tabing, pada Selasa (11/2). Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Pengen­dalian Barang Pokok dan Penting, Edrian Edwar, me­ninjau langsung pelak­sa­naan pasar murah di hari pertama.

Edrian menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi ma­syarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

“Karena tingginya inflasi dan juga biasanya menjelang Ramadhan kebutuhan masyarakat mening­kat, maka pasar murah ini menjadi salah satu solusinya,” ujarnya.

Pada pasar murah ini, tersedia berbagai kebutuhan pokok seperti minyak, telur, beras, dan gula dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Selain itu, dijual juga bahan-bahan dapur seperti bawang, cabai, dan aneka sayuran, sehingga masya­rakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau.

Tidak hanya kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Pemko Padang juga memberikan voucher diskon sebagai tambahan manfaat bagi masyarakat. Edrian juga menyampaikan bahwa setiap warga akan mendapatkan dua voucher diskon, masing-masing senilai Rp5.000.

“Di sini kami menyediakan lebih kurang 800 vou­cher. Satu orang mendapatkan dua voucher yang bisa digunakan untuk mem­­beli kebutuhan pokok seperti minyak, telur, beras, dan gula,” jelasnya.

Edrian juga berharap para pedagang tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok dan tidak menaikkan harga secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan aturan terkait harga untuk memastikan ke­ter­jangkauan bagi masya­rakat.

“Saya berharap para pedagang tidak menaikkan harga seenaknya saja karena sudah ada aturannya,” tegasnya.

Salah satu pedagang yang berpartisipasi dalam pasar murah, Annisa, mengungkapkan bahwa harga bahan atau barang yang dijual memang lebih murah di­bandingkan harga di pa­saran. Meskipun demikian, ia tetap memperoleh keuntungan, meskipun tidak sebesar biasanya.

“Perbedaan harga yang kami jual memang cukup jauh dari harga pa­sar biasanya. Keuntungan tetap ada, tetapi tidak banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang berbelanja di pasar murah, Mariani, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan po­kok dengan harga lebih terjangkau. Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Saya senang dan me­rasa terbantu karena tidak perlu lagi jauh-jauh ke pasar untuk berbelanja. Harga di sini juga lebih murah. Saya berharap ke­gia­tan ini dapat terus berlanjut,” harapnya. (brm)