METRO SUMBAR

Dinas PMPTSP Gelar Sosialisasi, Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

0
×

Dinas PMPTSP Gelar Sosialisasi, Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Kadis PMPTSP Syofa Nova Budianto, menghadiri sosialisasi implementasi perizinan berusaha.

TANAHDATAR, METRO –Dinas PMPTSP Kabupaten Tanahdatar gelar sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis risiko dan bimbingan teknis LKPM online bagi pelaku usaha sektor peternakan, angkatan VI, Rabu (11/9) di salah satu hotel di Batusangkar.

Kegiatan tersebut dibuka Kadis PMPTSP Kabupaten Tanahdatar Syofa Nova Budianto, SH yang didampingi Ketua Pelaksana Kabid Penanaman Modal Muharwan. Hadir sebagai narasumber Kabid Peternakan Dinas Pertanian Drh. Rocky Martarika dan Kabid Pe­ngendalian Lingkungan Busnika Hamidi, ST, MT.

Dalam sambutannya Kadis PMPTSP menyam­paikan dari sisi pertumbuhan ekonomi, berdasarkan data pusat statistik, ekonomi Tanahdatar terus tumbuh dari tahun ke tahun, terutama pasca pandemi covid 19 dimana saat itu angka laju pertumbuhan ekonomi minus 1,13 %.

Disebutkan, kondisi ini tidak hanya untuk Tanah­datar, seluruhnya merasakan dampak penurunan ekonomi, baik kondisi Sumatera Barat, Indonesia maupun negara negara di seluruh dunia.

Ia tambahkan, pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Tanahdatar membaik dan mencapai pertum­buhan sebesar 3.27% dan berlanjut pada tahun 2022 menjadi 4,16% serta 4,44% di tahun 2023.

Namun harus kita ketahui bersama, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dimana peter­nakan menjadi bagiannya, masih menjadi penyum­bang terbesar dalam struktur ekonomi di Tanahdatar, jelasnya. “Berdasarkan data BOS tahun 2023, sektor ini menyumbang sebesar 27,6 % dari PDRB Kabu­paten Tanahdatar atau dengan nilai sebesar 4,17 T,” katanya.

Ia melanjutkan, indikator pembangunan yang tidak kalah pentingnya adalah indeks pem­bangunan manusia (IPM). IPM Tanahdatar terus meningkat. Berdasarkan data BPS, tahun 2022 IPM Tanahdatar adalah 73,29%, sedangkan tahun 2023 meningkat menjadi 73,98%, tertinggi bersama Kabupaten Agam untuk kategori Kabupaten di Sumatera Barat.

Artinya jelas Kadis, meningkatnya IPM Tanahdatar adalah bukti meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat Tanahdatar dan meningkatnya pere­konomian masyarakat Tanahdatar.

Ia berharap, para peserta yang terdiri dari berbagai pelaku usaha sektor peternakan di Tanah­datar dapat memanfaatkan kegiatan sosialisasi ini dengan baik.  Sementara itu narasumber secara bergantian menyampaikan materi sosialisasi dengan harapan para pelaku usaha sektor peternakan bisa menjadi pebisnis handal di bidangnya. (ant)