BERITA UTAMA

PLN UIP Sumbagteng serahkan bantuan pendidikan dan lingkungan sebagai tahap awal dimulainya program Desa Berdaya PLN di Lubuk Bigau

0
×

PLN UIP Sumbagteng serahkan bantuan pendidikan dan lingkungan sebagai tahap awal dimulainya program Desa Berdaya PLN di Lubuk Bigau

Sebarkan artikel ini

KAMPAR – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli Desa Berdaya Lubuk Bigau yang diinisiasi oleh PLN UIP Sumbagteng di Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan. Dua program prioritas yang telah dilaksanakan adalah bantuan pendidikan dan program lingkungan.

Pertama, bantuan pendidikan melalui penyediaan peralatan komputer untuk mendukung sarana dan prasarana belajar di SD Negeri 029 Kebun Tinggi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dan teknologi di wilayah tersebut.

Kedua, dalam upaya menjaga lingkungan, PLN UIP Sumbagteng memberikan bantuan berupa Camera Trap. Camera Trap ini memiliki fungsi penting untuk meminimalisir konflik dengan satwa liar serta menjaga kelestarian satwa liar di Desa Lubuk Bigau, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN UIP Sumbagteng dalam mendukung target emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE) dan memastikan keberlanjutan bisnis, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

General Manager PLN UIP Sumbagteng yang diwakili oleh Asisten Manager Komunikasi dan TJSL, Anggraeny Glory Roito Purba yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan

“Pada Program Desa Berdaya Lubuk Bigau ini, PLN UIP Sumbagteng bekerja sama dengan Yayasan Hutanriau dan Pemerintahan Desa Lubuk Bigau. Dalam program desa berdaya ini, selain program pendidikan dan lingkungan, kita juga akan mensinergikan program ekonomi dan pariwisata di sini. Jadi total program yang kita bina di Desa Lubuk Bigau ini ada empat program unggulan dan diharapkan berdampak positif bagi masyarakat. Kami melihat Desa Lubuk Bigau memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, hanya saja dengan kondisi yang sedikit terisolir. Mudah-mudahan program ini berhasil dan memberikan dampak yang besar untuk masyarakat Desa Lubuk Bigau”.Ujar Glory.

Glory menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk dukungan dan komitmen PLN UIP Sumbagteng melakukan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. PLN UIP Sumbagteng dalam menjalankan bisnis penyediaan energi primer akan selalu mengedepankan environmental, social and governance (ESG) dan konsisten melaksanakan Sustainable Developement Goals atau SDGs.

“Melalui program Desa Berdaya ini PLN UIP Sumbagteng berharap dapat ikut meningkatkan transaksi kegiatan pariwisata, menjaga kualitas lingkungan hidup, mengoptimalisasi pertanian yakni pengolahan gambir dan serai wangi serta turut berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan masyarakat”. Ungkap Glory.

Sementara itu, Yandi selaku perangkat Desa Lubuk Bigau mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada PLN UIP Sumbagteng yang telah memilih Lubuk Bigau sebagai Desa Berdaya PLN.

“Bantuan perangkat komputer yang diberikan oleh PLN nantinya akan digunakan oleh anak-anak sebagai sarana belajar mengajar, serta Camera Trap nanti akan kami gunakan untuk memantau hewan liar untuk tracking jalan sehingga nanti para wisatawan yang datang berkunjung akan merasa aman dan terhindar dari ganggunan hewan”. Jelas Yandi.

“Desa kami terlalu jauh ke dalam, jauh dari jangkauan pemerintah daerah dan provinsi. Kami selaku pemerintah desa, tokoh masyarakat serta pemuda siap bahu membahu untuk mensukseskan program ini. Harapan kami kedepannya, semoga program ini terus berlanjut hingga desa kami bisa menjadi desa pariwisata dan mandiri secara ekonomi serta dikenal oleh dunia luar. Terima kasih banyak untuk PLN yang telah peduli akan Desa kami.”.

Lebih lanjut Yandi menyampaikan, “Lubuk Bigau ini memiliki puluhan air terjun, bahkan yang tertinggi di Riau ada di desa kami yaitu air terjuan Batang Kapas, namun kurangnya sarana, prasarana, informasi dan susahnya akses membuat desa kami sulit di kenal dan dijangkau,” Tutup Yandi.(*)