SOLOK, METRO–Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan (bullying) terhadap siwi SMP yang terjadi di di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, viral di media sosial. Ternyata, aksi perundungan terhadap siswi SMP itu dilakukan oleh siswi Sekolah Dasar (SD)
Potongan video berdurasi 26 detik tersebut diunggah oleh akun Instagram @farhanrn__. Berdasarkan keterangan video, seorang siswi SMP sedang dibully oleh seorang siswi lain tanpa penyebab yang belum diketahui.
Dalam video tampak korban tampak dijambak dengan keras, dan ditendang oleh pelaku di pinggir jalan. Mirisnya, aksi yang tidak boleh ditiru tersebut disaksikan oleh sejumlah siswi lain di lokasi. Namun tidak ada satupun yang melerai.
Parahnya lagi, dalam potongan video yang beredar, terdengar pula si perekam tertawa terbahak-bahak melihat aksi bully tersebut. Mendapati perlakuan demikian, tampak juga dalam video korban menangis sambil memegangi kepalanya yang habis dijambak.
Kasatreskrim Polres Solok Kota, Iptu Nanang Saputra mengatakan, terkait aksi perundungan itu, orang tua korban sudah laporkan terduga pelaku ke Polsek X Koto Singkarak pada Senin malam (20/5).
“aksi bully bermula dari saling ejek antara korban dan pelaku. Saat pelaku tersulut emosi, baru aksi bullying dilakukan pelaku. Sementara orang tua korban yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan pelaku ke Polsek X Koto Singkarak.
”Pembullyan terjadi akibat saling ejek antara keduanya. Saat itu pelaku tersulut emosi, sehingga terjadi aksi pemukulan. Sementara saat itu orang tua korban melaporkan pelaku ke Polsek X Koto Singkarak,” kata Iptu Nanang kepada wartawan, Jumat (24/5).
Pelaku, kata Iptu Nanang, saat ini masih duduk di kelas 6 SD, sementara korban menurutnya siswi kelas 1 SMP. Korban dan pelaku diketahui memiliki hubungan pertemanan dan memang sudah saling kenal.
”Video yang beredar di media sosial direkam oleh siswi lain yang berada di lokasi kejadian. Informasi yang kami dapat bahwa aksi bully tersebut sudah dilerai oleh siswi lain yang berada di lokasi,” tutur Iptu Nanang.
Iptu Nanang mengatakan, aksi bullying itu saat ini sudah berakhir damai. Korban menurutnya sudah memaafkan pelaku saat di mediasi oleh perangkat pemerintahan nagari.
”Kejadian ini sudah dilakukan mediasi antara korban dan pelaku oleh pihak nagari. Kedua belah pihak saat ini sudah sepakat berdamai. Sementara hasil visum juga tidak menemukan luka-luka di bagian tubuh korban,” tutupnya. (vko)






