AGAM/BUKITTINGGI

Diserang Hama dan Dampak Bencana, Produksi Padi di Agam Menurun

0
×

Diserang Hama dan Dampak Bencana, Produksi Padi di Agam Menurun

Sebarkan artikel ini
PANEN RAYA— Bupati Agam Andri Warman saat mengikuti panen raya beberapa waktu yang lalu.

AGAM, METRO–Dinas Pertanian Kabupaten Agam mencatat produksi padi sebanyak 341.351 ton, dari luas panen 68.230 hektar sepanjang 2023.

“Dari luas panen itu, produktivitasnya 5,07 ton per hektar,” ujar Kabid Pangan Dinas Pertanian Agam, Eriyanto, jumat (16/2)

ini berdasarkan beberapa varietas padi seperti sokan, Ir 42, kuriak kusuik, kusuik putiah dan lainnya.

Diakuinya, produksi padi di 2023 alami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yang diakibatkan berbagai faktor.

“Penurunan ini diakibatkan serangan hama seperti tikus dan wereng, belum lagi lahan sawah yang terkena bencana,” terangnya.

Dikatakan, 2023 lahan sawah petani diserang hama cukup luas, begitu juga dengan dampak bencana. Sehingga sangat berpengaruh kepada hasil produksi.

“Serangan hama ini sudah diupayakan untuk mengatasinya. Bagi yang cepat melapor bisa segera ditangani, tapi tidak sedikit juga telat melapor yang me­nyebabkan serangan hama meluas,” terangnya.

Meski begitu, Eriyanto menyarankan petani untuk menanam varietas padi yang tahan dari serangan hama, khususnya we­reng seperti batang piaman, Ir 64 dan lainnya.

“Untuk serangan hama tikus, ini lebih kepada kebersihan ling­ku­ngan sawah seperti, aliran air, pematang sawah dan sebaga. (pry)