AGAM, METRO–Menindaklanjuti kondisi terkini Gunung Marapi yang mengalami kenaikan status menjadi Level III Siaga, Pemerintah Kabupaten Agam bersama TNI-Polri mendirikan Posko Siaga untuk penyelenggaraan komando dan koordinasi.
“Pendirian Posko ini berada di dua tempat yaitu di Batu Palano dan Bukit Batabuah. Selanjutnya akan didata jumlah pasti warga yang berada di radius tidak aman sesuai arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),” kata Asisten Pemkab Agam, Rahman, Rabu (10/1).
Pendirian Posko disepakati bersama setelah rapat koordinasi yang digelar di Desa Batu Palano bersama Komandan Kodim 0304 Agam, Kapolresta Bukittinggi, perwakilan PVMBG dan kepala desa yang berada di sekitar lereng Gunung Marapi.
“Seandainya hal yang tidak diinginkan terjadi, kita juga siapkan pengungsian dan tempat berkumpul serta sarana hingga tujuan penyelamatan bisa tercapai,” kata Rahman.
Menurutnya, pemerintah daerah akan melihat perkembangan dan evaluasi melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) selaku koordinator lapangan bekerjasama dengan TNI-Polri.
“Untuk kondisi tanggap darurat akan dikaji ulang, jika perlu diberikan status itu akan dikoordinasikan setelah melakukan pendataan dan pengecekan ke lapangan,” kata dia.
Sementara itu Komandan Distrik Militer (Kodim) 0304 Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho mengatakan pihaknya telah menyiagakan prajurit khusus untuk penanganan Marapi.
“Kita sudah siapkan pleton khusus Siaga Bencana Marapi, jumlahnya 50 orang. Kami sudah petakan sesuai PVMBG dengan enam desa rawan bencana di sekitar Marapi. Pos lapangan atau pemantauan didirikan di sana,” kata dia.
Menurutnya, Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan melakukan pemetaan untuk menentukan pemukiman mana yang masuk rekomendasi PVMBG. “Sore akan dievaluasi jika memang ada pemukiman warga yang berada di radius 4,5 dari puncak, segera akan dievakuasi ke lokasi aman di titik yang telah ditentukan sekitar 10 kilometer,” kata Bayu.
Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessi Kurniati menambahkan pihaknya akan bekerjasama dengan seluruh pihak yang terlibat dalam kesiapsiagaan kondisi Gunung Marapi.
“Terkait arahan dari PVMBG kami akan data warga yang terdampak, dikomunikasikan untuk bisa dievakuasi jika memang nanti setelah proses pemetaan ternyata di area 4,5 kilometer. Termasuk kepada lansia dan warga yang susah bergerak cepat akan dibantu oleh petugas,” kata Yessi.
Terpisah Bupati Agam andri Warman mengimbau warganya untuk berhati-hati dan waspada dengan tidak beraktivitas di sekitar Marapi. “Sehubungan dengan tingkat aktivitas Gunung Marapi, maka masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan dengan radius 4,5 KM dari puncak Gunung Marapi,” ujarnya, Rabu (10/1).
Lalu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang terjadi, terutama saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta untuk menggunakan masker agar terhindar dari risiko penyakit pernafasan. “Diimbau juga untuk mengamankan sarana air bersih, serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik agar tidak terjadi kerusakan,” ucapnya.
Bupati juga mengimbau seluruh pihak agar menjaga suasana kondusif, tidak menyebarkan berita hoax dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, dan selalu mendengarkan arahan dari pihak terkait. “Semoga bencana ini cepat berlalu, Marapi kembali membaik sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” harapnya.
Diketahui, PVMBG telah menaikkan status Gunung Marapi dari level II Waspada menjadi level III Siaga pada Selasa (9/1) malam dengan rekomendasi jarak aman sejauh 4,5 kilometer dari puncak gunung.
“Tingkat aktivitas Gunung Marapi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung dari tanggal 9 Januari 2024 pukul 18:00 WIB, dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi atau ancaman bahaya terkini,” tulis PVMBG dalam laman resminya. (pry)






