AGAM, METRO–Sebanyak 29 santri TPQ Nurul Illahi Mudiak Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, ikuti Khatam Al-Qur’an XII.
Sebelum prosesi khatam, santri diarak keliling kampung yang dilepas Bupati Agam, Dr.H. Andri Warman, Minggu (7/1).
Andri Warman mengatakan, pelaksanaan Khatam Al-Qur’an ini marwah Kabupaten Agam, apalagi sudah diakui pemerintah pusat dengan ditetapkannya sebagai warisan budaya tak benda.
“Maka kita sangat menganjurkan setiap MDA/TPQ untuk melaksanakan Khatam Al-Qur’an bagi santrinya,” ujarnya.
Dikatakan, Khatam Al-Qur’an merupakan bukti bahwa anak yang dititipkan di MDA/TPQ sudah menyelesaikan proses belajar baca tulis Al-Qur’an.
“Tentu anak yang dikhatam ini sudah miliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an dengan baik,” sebut bupati yang akrab disapa AWR itu.
Dengan begitu, AWR minta orang tua untuk mendorong anaknya agar tetap membaca Al-Qur’an di rumah meski sudah dikhatam.
“Dorong juga anak kita yang sudah dikhatam untuk meningkatkan kemampuan dengan belajar tahfiz. Ini salah satu program kita dalam meningkatkan SDM di bidang agama,” katanya.
Bahkan katanya, jika anak sudah miliki kemampuan tahfiz dengan baik, bisa saja nanti menjadi perwakilan Agam untuk mengikuti MTQ.
MTQ Sumbar akhir tahun kemaren katanya lagi, Agam berhasil memperbaiki peringkat. Sebelumnya peringkat lima, sekarang tiga.
“Kita sangat mendorong bagaimana anak-anak yang sudah dikhatam, bisa meningkatkan kemampuannya baik segi bacaan maupun tahfiz. Sehingga juga bisa ikut seleksi untuk MTQ nantinya,” ujarnya.
Dikesempatan itu, Andri Warman menyatakan bakal memberikan hadiah berupa satu unit sepeda, kepada santri Nurul Illahi yang menjadi juara umum Khatam Al-Qur’an. (pry)






