LIMAPULUH KOTA, METRO–Tidak hanya di Kota Payakumbuh, sampah juga berserakan di Fly Over kelok 9 di Jorong Ulu Aia, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Tampak sampah bekas bungkus berbagai jenis makanan dan minuman berserakan dibeberapa titik di Fly Over kelok 9 sejak beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut selalu terjadi tiap tahun, terutama usai libur sekolah, Natal dan Tahun Baru (NATARU) serta saat libur lebaran. Sampah yang berserakan itu jelas menganggu pemandangan dan menyebabkan jembatan yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjadi kurang indah.
Meski begitu, sejumlah wisatawan dari berbagai daerah di luar Sumatera Barat (SUMBAR) ataupun dari Sumatera Barat masih terlihat menikmati pemandangan dari atas kelok 9, mereka juga terlihat mengabadikan diri bersama keluarga dengan berpoto. Sampah yang berserakan itu dikeluhkan wisatawan asal Kota Pekanbaru, Rahmadona saat melintas di jembatan kebangaan warga Sumatera Barat itu bersama keluarganya.
”Sampah berserakan ini sangat merusak pemandangan di Fly Over Kelok 9 atau jalan/jembatan layang Kelok 9, kalau diperhatikan hal ini rutin terjadi tiap tahun,” ucap ibu tiga anak itu, Selasa (3/1).
Wanita kelahiran Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota itu juga menyebutkan, sampah berserakan itu kerap ia lihat usai libur sekolah, Natal dan Tahun Baru (NATARU) serta saat libur lebaran. “Sampah berserakan di sepanjang fly over kelok 9 ini kerap terlihat usai libur sekolah, Natal dan Tahun Baru (NATARU) serta saat libur lebaran” jelasnya.
Ia berharap kedepannya hal itu bisa menjadi perhatian pihak-pihak terkait, baik Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sehingga tidak ada lagi sampah berserakan disepanjang Fly over kelok 9, termasuk kesadaran pengendara yang melintas ataupun wisatawan yang berhenti di Kawasan itu untuk tidak membuang sampah sembarangan.
”Semoga kedepannya ini bisa menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota ataupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sehingga tidak ada lagi sampah berserakan di sepanjang fly over Kelok 9. Selain itu juga perlu kesadaran pengendara yang melintas ataupun wisatawan yang berhenti di Kawasan itu untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.
Dari pandangan di Fly over kelok 9, puluhan wisatawan dari berbagai daerah terlihat masih menikmati masa libur sekolah, mereka menikmati pemandangan di lokasi itu, termasuk menikmati berbagai ienis makanan-minuman yang dijual pedagang. Meski masa libur sekolah di Sumatera Barat telah berakhir, namun tidak dengan Provinsi lainya. Masa sekolah akan kembali dimulai 8 Januari 2024 mendatang. “Kami masih menikmati masa libur sekolah, sebab anak-anak akan masuk/kembali belajar pada 8 Januari 2024 nanti,” ujar Rita. (uus)






