METRO SUMBAR

Peringati HUT RI di Pulau Bando, Kelola Kawasan Konservasi dan Kembangkan Wisata Berkelanjutan

0
×

Peringati HUT RI di Pulau Bando, Kelola Kawasan Konservasi dan Kembangkan Wisata Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN LKKPN— Wali Kota H Genius Umar menerima Kepala LKKPN Pekanbaru, saat kunjungan kerja ke Kota Pariaman.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar menerima kunjungan dari Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LK­KPN) Pekanbaru, Rahmat Irfansyah beserta rombongan.  “Kunjungan LKKPN Pekanbaru yang mengelola kawasan konservasi perairan Nasional Pieh itu dalam rangka berdiskusi terkait pengembangan pariwisata berkelanjutan atau survival island di Pulau Bando,” ujar Genius Umar, kema­rin

Diketahui bahwa Pulau Bando merupakan satu dari lima pulau yang berada di kawasan konservasi perairan nasional Pulau Pieh. Pulau Bando me­rupakan salah satu pulau yang berada di Samudera Hindia. Pulau ini berada di sisi barat Pulau Sumatra. Lokasinya berjarak sekitar 20 km dari bibir pantai Kota Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia.

Genius mengatakan, kunjungan LKKPN Pekanbaru hari ini juga membahas rencana kegiatan Peringatan HUT RI ke-78 tahun di Pulau Bando a­gendanya yakni pengibaran bendera merah putih di bawah air, pelepasan tukik, penampilan kesenian Rabab dan aksi bersih sampah di Pulau Bando.

Wako juga menginstruksikan dinas terkait untuk membantu rebran­ding Pulau Bando ini. Ia juga mengajak rombo­ngan yang akan berang­kat ke Pulau Bando tersebut untuk singgah berwisata ke Pantai Gandoriah Pariaman.

Sementara itu, Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmat Irfansyah mengatakan, LKKPN adalah Unit Pelaksana Teknis di bi­dang Kawasan Konservasi perairan nasional yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan.  “LKKPN Pekanbaru mem­punyai tugas melakukan penyiapan bahan pe­mang­­­kuan, pemanfaatan, dan pengawasan ka­wa­san konservasi perairan yang bertujuan untuk melestarikan sumber da­ya ikan dan lingkungannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ,”u­jarnya.

Rahmat Irfansyah me­ngatakan dalam menjaga kawasan konservasi Pulau Pieh di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Ba­rat, LKKPN Pekanbaru melibatkan kelompok ma­syarakat yang turut berperan dalam menjaga kawasan konservasi itu. “Ke­lompok masyarakat ini aktif dalam kegiatan perlindungan dan pelestarian penyu dan terumbu karang dan lainnya. Selain itu mereka juga aktif terkait kebersihan ling­kungan, memungut sampah dari pulau bando ke daratan ,” kata dia. Ia menilai kesadaran dan ke­pedulian masyarakat Sum­bar dalam menjaga kawasan konservasi relatif baik, hal ini terbukti de­ngan kearifan lokal ma­sya­rakat yang secara sadar akan melepas kembali penyu dan lumba-lumba yang tersangkut jaring. (efa)