PADANG, METRO–Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat Air Bangis, Pasaman Barat yang melakukan aksi demonstrasi di halaman Kantor gubernur Sumatera Barat, hingga Rabu hari dini (2/8) pukul 03:00 WIB. Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Padang Selasa sore pukul 15:00 WIB, masyarakat yang tergabung dalam aksi demonstrasi meminta bantuan pemeriksaan kesehatan kepada PMI. Terutama untuk Balita dan Anak-anak serta lansia yang ikut serta dalam aksi tersebut.
“Kami mendapatkan laporan dari koordinator aksi bahwa masyarakat saat ini mengeluhkan kondisi kesehatannya akibat diguyur hujan saat demo,” ucap Hidayatul Irwan, Koordinator Lapangan PMI Sumbar.
Oleh karena laporan tersebut, PMI Sumbar bersama PMI Kota Padang segera menurunkan 2 Tim Ambulance dan Tim Distribusi Bantuan.
Disebutkan Hidayatul Irwan, pelayanan kesehatan dilakukan di titik kumpul masyarakat yaitu Mesjid Raya Sumatera Barat. Berdasarkan laporan koordinator aksi, Rizky, sebanyak 1.500 orang Warga Air Bangis,saat ini berkumpul di Mesjid Raya Sumbar.
“Ada 4 jorong yang ikut dalam aksi ini, maka dari itu kami membutuhkan bantuan PMI untuk memeriksaan kondisi kesehatan masyarakat,” terang Rizky.
Kepala Divisi Pelayanan Kesehatan Sosial PMI Sumbar, Vivi Wirmalinda menyampaikan dari hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan banyak warga saat ini yang mengalami demam tinggi, migrain dan muntah-muntah. “Balita dan Anak-anak mengalami demam dan batuk sedangkan orang dewasa banyak mengeluhkan migrain hingga muntah. “ jelas Vivi.
Selain pemeriksaan kesehatan, PMI Sumbar juga mendistribusikan 150 helai selimut, 150 helai sarung dan 15 lembar terpal. “Bantuan ini diprioritaskan untuk bayi dan balita yang berada di lokasi titik kumpul,” jelas Vivi.
Sebeluimnya, ribuan masyarakat Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (31/7). Namun, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah belum bisa menemui massa yang sudah melakukan aksi selama dua hari.
Hingga sore, di tengah guyuran hujan deras, massa masih terus bertahan. Bahkan, teriakan demi teriakan dilontarkan oleh orator yang memandu aksi demo tersebut. Mereka meminta agar Gubernur dapat menemui mereka untuk mendengarkan permintaan yang akan di sampaikan oleh masyarakat.
Demo kali ini masih diikuti ribuan warga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan hingga anak-anak. Mereka menyuarakan permintaan membebaskan lahan mereka dari skema hutan tanaman rakyat yang dinilai merugikan mereka. Selain itu para pendemo juga meminta dua warga mereka yang ditahan polisi dibebaskan.
Sebagian warga tampak mengenakan jas hujan, sementara yang lainnya tetap bertahan meski berbasah-basahan. Hujan yang semakin deras tak membuat warga surut. Terpal plastik dibentangkan agar sebagian warga bisa berteduh. “Pantang pulang sebelum menang,” ucap seorang orator dari BEM Sumatera Barat yang ikut mengawal unjuk rasa warga ini. (cr1)






