METRO SUMBAR

Tanggap Darurat Ditutup, Tanah Datar Masuk Masa Transisi Darurat Bencana

1
×

Tanggap Darurat Ditutup, Tanah Datar Masuk Masa Transisi Darurat Bencana

Sebarkan artikel ini
MASA TRANSISI— Bupati Tanah Datar Eka Putra saat menghadiri rapat pembasanan masa transisi tanggap darurat bencana alam di wilayah Tanah Datar.

TANAHDATAR, METRO–Resmi ditutup masa tanggap darurat bencana alam banjir, banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar, Bupati Eka Putra tetapkan masa transisi darurat pemulihan pasca bencana hingga akhir Juli 2026 mendatang. “Bapak, Ibuk semua yang juga turut hadir Bapak Wakil Bupati Ahmad Fadly, Ketua DPRD Bapak Anton Yondra, Sekda, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda dan semua yang hadir saat rapat evaluasi sekaligus penutupan masa tanggap darurat bencana alam.­ Malam hari ini kita berdiskusi yang cukup panjang dan kita mengambil ke­sim­pulan untuk 7 bulan ke de­pan,  Pemerintah Daerah me­netap­kan masuk ditransisi darurat pemulihan pasca ben­can, jadi mulai dari besok tang­gal 28 Desember hingga akhir Juli 2026 mendatang,­”ucap Bupati Eka Putra,­SE,­MM.

Hal itu disampaikan Bupati Eka Putra pada saat rapat evaluasi sekaligus menutup masa tanggap darurat bencana alam banjir, banjir bandang dan tanah longsor, Sabtu malam (27/12) di Gedung Indo Jolito Batusangkar.

Terkait pada masa tanggap darurat bencana Bupati Eka Putra juga sampaikan mulai dari masa tanggap darurat yang pertama, kedua dan ma­sa perpanjangan tanggap da­ru­rat yang ketiga pemerintah daerah bersama seluruh unsur yang terlibat baik TNI, Polri, Basarnas, PMI dan semua pihak terus berupaya melayani masyarakat yang terdampak dengan sepenuh hati.

Baca Juga  Reuni Perak SMPN 1 Bukittinggi Angkatan 94 Sukses

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada semuak pihak, baik itu donatur, TNI, Polri dan kepada semua unsur yang telah membantu masyarakat kita yang tertimpa bencana, dan ka­mi atas nama pemerintah da­erah dan pribadi juga me­nyam­paikan permohonan maaf jika tidak maksimal berkoordinasi dengan Bapak, Ibuk semuanya yang telah berjibaku membantu masya­ra­kat kita yang ditimpa musi­bah,”sampainya.

Bupati Eka Putra juga sebut terkait Hunian Sementara (Huntara) yang diusulkan pemerintah daerah sebanyak 555 unit, namun setelah diverifikasi hanya 129 unit yang lolos dan itu juga menyangkut ketersediaan lahan yang disiapkan oleh nagari-nagari terdampak.

Dikatakan Bupati Eka Putra hingga saat ini baru 40 persen progresnya berjalan dimana saat ini sudah mulai dikerjakan di Nagari Bungo Tanjung Kecamatan Batipuh dan selanjutnya akan berge­ser ke Kecamatan Batipuh Se­latan.

Untuk Hunian Tetap (Hun­tap) Bupati Eka Putra sampaikan jika progresnya dipercepat, dan diprioritaskan terlebih dahulu bagi yang rumahnya hanyut, hancur dan tertimbun material banjir bandang.  Dan dari data Perkim LH ada 34 unit rumah yang hanyut ataupun hancur diterjang banjir bandang.

Baca Juga  9 Tahun Vakum, Pemko Gelar Takbir Keliling Idul Fitri 1445

Terkait pengungsi dikatakan Bupati Eka Putra ada yang sudah kembali ke rumah keluarga dan kerumah yang sudah dibersihkan material banjir bandangnya, melihat kondisi yang sudah mulai membaik.

Pada kesempatan yang sama Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra juga sampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak yang telah bekerja sama dan juga donatur yang telah membantu masyarakat serta penanganan pasca bencana alam di Tanah Datar. “Alhamdulillah, kita sangat mengapresiasi penanganan pasca bencana di Tanah Datar, kita melihat bagaimana pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda dan unsur lainnya bersinergi mengatasi bencana bersama, “ucapnya.

Sebelumnya Kalaksa BPBD­ dr. Ermon Reflin sampaikan jumlah pengungi terus berkurang dimana awalnya hampir 6.000 jiwa, terus berkurang hingga saat ini masih ada sebanyak 413 jiwa dan itu dipantau di dua kecamatan dan juga sudah man­diri. (ant)