PESSEL METRO–Oknum Satpol PP Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) berinisial A yang dilaporkan oleh orang tua korbannya ke Polisi atas kasus pelecehan seksual akhirnya angkat bicara dan membantah semua tuduhan yang menimpa dirinya.
Oknum A didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel Mawardi Roska, dan Kasat Pol PP dan Damkar Dailipal, Sekretaris Pol PP dan Damkar Pessel Zoni Eldo, serta Kabid Trantibum Pol PP Pessel Dongki Agung Pribumi, memberikan klarifikasi kepada awak media, Rabu (7/9).
Ia mengklaim apa dilaporkan itu tidak benarseperti yang telah beredar pada pemberitaan jika telah terjadi dugaan mesum. Ia membantah meraba raba korban saat mengantarnya pulang dan membantah memoto korban dalam kondisi bugil.
Menurutnya, awal kejadian tuduhan mesum dilaporkan tersebut terjadi saat anak pelapor diamankan anggota Trantibum Pol PP dan Damkar lantaran keluyuran larut malam di Taman Spora Painan pada Sabtu (3/9). Korban ketika itu bersama pria yang merupkan pacarnya.
Dikatakan A, ia merasa kasihan saat melihat di dalam Hp anak pelapor tersimpan foto-foto yang tidak senonoh. Timbulah rasa naluri kelaki-lakan A sehingga mempertanyakan hal itu kepada korban. Apalagi, ia dengan anak pelapor satu kampung.
“Saya menasehatinya. Ngapain pacaran ujung-ujungnya mesum. Bagus menikah dengan saya. Itu yang saya katakan kepada anak pelapor. Sata Cuma menepuk tangan dan kakik korban di Kantor Satpol PP,” jelas A.
Di hadapan Sekda dan Kasat Pol PP dan Damkar Pessel, A mengakui karena keseriusan dengan anak pelapor, ia menanyakan pada anak pelapor apakah sudah pernah berbuat mesum, dan jawabnya hal tersebut tidak pernah dilakukan anak pelapor.
“Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB, Senin (5/9) anak pelapor pamit kepada saya pergi ke kamar mandi yang jaranya sekitar 7 meter. Saya tunjukan arah kamar mandi pada anak pelapor, dan saya kembali ke tempat duduk saya awal. Setelah dari kamar mandi anak pelapor kembali duduk. Ketika itu, anak pelapor meminta bantuan untuk dikeluarkan dari kantor,” ungkapnya.
Setelah itu, dikatakan A, ia memisahkan anak pelapor dengan kawan-kawannya yang ikut diamankan Tim Trantibum Pol PP Pessel ke ruang Sekretaris Pol PP. Sementara itu, pacar anak pelapor berada di luar kantor. Karena pagi, datang orang tua laki – laki pacar anak pelapor datang ke kantor dan masuk dalam ruangan bersama anak pelapor serta penyidik.
“Di dalam ruangan itu ada penyidik, orang tua pacar anak pelapor dan anak pelapor. Saya kemudian dimita Kabid Trantibum mengambil dokumentasi, sesudah itu saya keluar ruangan,” ujar A.
Seteleh beberapa jam dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, dikatakan A, anak pelapor keluar dari ruangaan dan menghampirinya di luar. Saat berbincang-bincang, anak pelapor meminta tolong untuk mengantarkannya pulang dan ia pun menyetujuinya.
“Sekitar Pukul 10.00 WIB, saya menggunakan sepeda motor mengantarkan anak pelapor ke arah Pasir Putih Kambang, usai mendapatkan izin dari Kasi. Dalam perjalanan pada A, memintak berhenti sejenak nanti untuk membersihkan kaki karena kotor,” jelasnya.
Tepat di daerah Batang Kapas Simpang Klumpang, A menuturkan, sepeda motor dikendarai A diarahkan ke sungai ada di lokasi tersebut dengan maksud menyanggupi permintaan anak pelapor untuk mencuci kakinya.
“Sepeda motor saya turunkan dari jalan aspal menuju jalan tanah ke arah sungai, dan posisi saya berasa di atas motor, sedangkan anak pelapor turun dari motor membersihkan kakinya. Tidak ada saya meraba raba dan anak pelapor tidak ada berteriak seperti telah viral di berita atau yang dilaporkan, “ ucap A di hadapan awak media.
Ditambahkan A, karena takut terlambat masuk kerja, anak pelapor meminta pada dirinya memacu motornya. Dalam perjalanan pun, ia tidak banyak bicara dan fokus pada kendaraan di kendarainya, sementara anak pelapor memegang erat handphone miliknya.
“Sampai di lswalayan di daerah Pasir Putih Kembang pukul 11.00 WIB, anak pelapor langsung turun dari motor berjalan kaki menuju kedai nasi. Kemudian saya langsung balik ke Painan, “ terangnya.
Lebih lanjut, A mengakui memang telah meminta nomor WhatsApp anak pelapor saat berada di Kantor Satpol PP. Sambil menunjukan chattingannya, A pun memperlihatkannya kepada awak media.
“Saya minta maaf pada institusi Satpol PP Pessel, tetapi atas tuduhan saya melakukan dugaan pelecehan seksual tersebut tidak lah benar,” akunya.
Sementara itu Kasat Pol PP dan Damkar Pessel Dailipal, jika pihaknya telah melakukan evaluasi pada seluruh anggota Pol PP dan Damkar Pessel pada apel pagi, agar dalam melaksanakan tugas sesuai SOP.
“Keterangan disampaikan orang tua pelapor dan oknum petugas kebersihan Kantor Satpol PP dan Damkar Pessel sangat jauh berbeda dengan apa telah dilaporkan. Kita harapkan dalam pemberitaan ada kesimbangan antara pelapor dan terlapor, maka kita hadirkan A di hadapan rekan-rekan media untuk mendengarkan apa yang terjadi sebenarnya,” tegas Dailipal.
Sebelumnya, karena tidak terima anaknya menjadi korban dugaan pelecehan seksual oknum anggota Pol PP dan Damkar Pessel, orang tua korban mendangi Polres Pessel, Selasa ( 6/9), untuk melaporkan kejadian tersebut. Beritanya pun tayang di beberapa media online, orang tua korban diduga menjadi korban pelecehan seksual oknum anggota Pol PP dan Damkar Pessel.. (rio)





