MATO AIA, METRO–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang masih sedang menghitung kenaikan tarif angkot dan Trans Padang imbas dari kenaikan BBM. Setelah difinalisasi angkanya, maka akan dibawa ke DPRD Padang untuk segera dibahas.
“Kami sudah hitung kenaikannya. Karena akibat BBM naik ini semua terimbas, termasuk suku cadang kendaraan umum tersebut,” ujar Kepala Dishub Kota Padang Yudi Indra Sani, Selasa (6/9).
Ia menjelaskan, tarif baru yang telah dipersiapkan Dishub adalah semua angkutan kota semua jurusan serta Trans Padang semua koridor.
Rencananya dalam waktu dekat akan dibawa ke DPRD dengan melibatkan elemen terkait seperti organda dan pengguna kendaraan umum. “Yang jelas kita sudah siapkan perubahan tarifnya. Bagaimana nantinya dan berapa besarannya tergantung kebijakan bersama yang diputuskan dalam pembahasan nanti,” kata Yudi lagi.
Selanjutnya keputusan kenaikan tersebut akan ditetapkan melalui keputusan Wali Kota Padang untuk diberlakukan. “Kita tunggu saja bagaimana hasilnya nanti.Karena semua tergantung kesepakatan bersama,” katanya.
Sementara itu pantauan POSMETRO, sopir angkot dari berbagai trayek menuju Pasar Raya Padang, satu hari sejak kenaikan BBM, Sabtu (4/9) lalu sudah menaikkan tarifnya.
“Kita terpaksa menaikkan ongkos yang biasanya dari Siteba ke Pasar Raya Padang Rp 4ribu sekarang menjadi Rp 5ribu, tapi ini sangat berdampak sekali. Memang belum ada informasi resmi dari Dishub maupun organda, ini inisatif kita untuk menyesuaikan tarif usai kenaikan BBM, “ kata Iwen (42), sopir angkot Siteba-Pasar Raya kepada POSMETRO.
Warga Nanggalo ini berharap pihak Pemeritah Kota (Pemko) Padang segera mengambil kebijakan prihal penyesuaian tarif akibat naiknya BBM bersubsidi ini.
Tidak hanya jurusan Pasar Raya-Siteba, rata-rata tarif angkot dari berbagau jurusan menuju Pasar Raya Padang naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000. Seperti untuk jurusan Pasar Raya-Lubukbuaya, tarifnya sudah Rp5.000. Kemudian, Pasar Raya-Indarung juga mengalami kenaikan yang sama.
Tidak hanya itu, para sopir juga memberlakukan tarif jauh dekat Rp4.000. Biasanya para penumpang masih bisa membayar Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk jarak dekat. (tin/hen)






