BERITA UTAMA

112 Tahun Pendirian Pabrik Semen Padang, Rise Stronger, Bangkit, Berlari untuk Kemajuan Bangsa dan Negeri

1
×

112 Tahun Pendirian Pabrik Semen Padang, Rise Stronger, Bangkit, Berlari untuk Kemajuan Bangsa dan Negeri

Sebarkan artikel ini
KEBANGGAAN Inilah foto udara yang memperlihatkan Kantor Pusat PT Semen Padang, serta areal pabrik Semen Padang yang hari ini genap berusia 112 tahun.

PERSAINGAN industri semen nasional semakin ketat, seiring dengan bermunculannya para pemain baru di tanah air. Dengan terus bertambahnya jumlah produsen semen, na­mun PT Semen Padang seba­gai peru­sahaan semen per­tama di Indonesia, sukses menunjukkan eksis­tensi sebagai pabrik kebang­ga­aan masyarakat Sumbar.

Hari ini, Jumat (18/3), PT Semen Padang genap be­ru­sia 112 tahun. Tak ba­nyak perusahaan di Indonesia bisa bertahan hingga ber­umur 112 tahun. Inovasi dan efisiensi, menjadi kata kunci kekuatan dalam men­ghadapi tantangan industri semen ke depan yang akan semakin berat, dimana pe­ta persaingan semakin ketat dengan munculnya beberapa pemain baru.

Dengan mengusung tema “Rise Stronger”, di usianya yang ke-112 tahun ini, PT Semen Padang ber­harap lebih bangkit, saling bahu membahu dan berlari mengajak semua untuk kemajuan bangsa dan ne­ge­ri. Diyakini, perusahaan semen yang miliki basis inovasi  yang kuat dan efisiensi diyakini bakal keluar sebagai pemenang.

Untuk mampu bersaing di tengah-tengah tuntutan dan tren global industri semen di masa mendatang, PT Semen Padang dengan konsep inovatif, teknologi, serta kelestarian lingku­ngan agar bisa memenuhi permintaan semen berla­bel hijau, perusahaan ter­tua ini yakin bisa terus bertahan dan berkontribusi untuk negeri.

Sebagai perusahaan yang sudah berusia 112 ta­hun, produk Semen Pa­dang menjadi tonggak mo­derni­sasi di Indonesia, de­ngan banyaknya ba­ngunan mo­nu­mental dibangun meng­gu­nakan produk semen yang pertama di Asia Teng­gara tersebut. Di anta­ranya Fly Over Kelok Sem­bilan, Tol Trans Sumatera Ruas Sigli  Banda Aceh, Tol Pekanba­ruDumai (131.48 kilometer).

Mahakarya yang sam­pai kini sangat dirasakan manfaatnya, salah satunya adalah jalan Kelok Sembi­lan. Di Jalan Kelok Sem­bilan, dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km. Jembatan ini menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudho­yono pada Oktober 2013 lalu. Hal yang membang­gakan dari Kelok Sembilan yaitu semua kontruksi jem­batan, menggunakan 100 persen produk semen asli Indonesia, yaitu Semen PCC dari Semen Padang.

Kemudian, ada Masjid Raya Sumatera Barat, men­jadi satu kebanggaan bagi masyarakat Minang. Pro­duk Semen Padang yang digu­nakan sebagai bahan pem­bangunan merupakan pili­han yang tepat. Karena Semen Padang telah diper­ca­ya sebagai produk yang ti­dak hanya dikenal karena su­perbrand yang dimi­likinya.

Tidak hanya di Sumbar, produk Semen Padang juga memberi andil besar da­lam pembangunan proyek monumental Monumen Nasional (Monas). Pem­bangunan Monas dimulai 17 Agustus 1961 di bawah perintah Presiden Soekar­no. Selanjutnya, Jembatan Semanggi juga memakai produk Semen Padang. Gedung MPR/DPR di Sena­yan juga telah meman­faatkan Semen Padang pa­da struktur bangunannya.

Ada lagi, Jembatan Am­pera, melintas Sungai Musi yang membelah Kota Pa­lembang. Semen Padang juga memberi peran penting dalam proses pemba­ngu­nan jembatan megah ini.

Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, bisa dikatakan sebagai mahakarya putra-putri Indonesia karena jembatan ini merupakan pilot project berteknologi tinggi. Jem­batan yang berdiri dengan kokoh ini ternyata pemba­ngunannya menggunakan semen asli produk Indonesia yakni Semen Padang. Semen Padang membuk­tikan bahwa kualitas dari semen ini dapat dipercaya dengan jaminan mutu dan kekuatannya.

Baca Juga  Pulihkan Layanan Pascabencana, Telkomsel Gratiskan Paket Siaga Peduli Sumatra

Selain mahakarya ba­ngunan monumental di Indonesia, di sektor eko­nomi, kehadiran Semen Padang sebagai industri besar mul­tiplier effect. Ri­buan anak-anak sekolah dibantu setiap tahun me­lalui program beasiswa. Ribuan masyarakat ter­bantu ekonominya melalui program mitra binaan. Pe­re­konomian masyarakat di sekitar berputar dan terus tumbuh.

Apresiasi Gerak Cepat Semen Padang

Gubernur Sumbar Mah­yeldi Ansharullah ikut mengapresiasi kiprah PT Semen Padang hingga usia ke-112 tahun. “Keberadaan PT Semen Padang selama ini di Sumbar sudah dira­sakan manfaatnya diber­ba­gai sektor, seperti eko­nomi, pendidikan, sosial budaya. Tidak hanya itu, Semen Padang juga sangat cepat tanggap ketika dae­rah di Sumbar terjadi ben­cana,” kata Mahyeldi.

Mantan Wako Padang ini menilai, jika komitmen pabrik semen ini mema­jukan ekonomi masyarakat Sumbar, khususnya Pa­dang terlihat dari berbagai program. Melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), PT Semen Padang memajukan per­putaran roda ekonomi di daerah.

Bukti nyata lain, PT Semen Padang mendukung pertumbuhan dan kema­juan pelaku UMKM di 19 kabupaten/kota. Tidak ha­nya memberikan modal usaha, PT Semen Padang ikut andil membesarkan pelaku UMKM dengan me­li­batkan mereka dalam ber­bagai iven berskala nasio­nal dan juga internasional.

Dalam kemajuan dunia pendidikan PT Semen Pa­dang telah terbukti banyak berkiprah, seperti membe­rikan bantuan melalui bea­siswa kepada ribuan siswa, mulai tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Di sisi lain, Semen Padang juga memperlihatkan kontri­businya dalam masalah pe­lestarian lingkungan hidup.

Sementara itu, Ang­gota DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi PT Semen Padang yang kini usianya sudah menapaki 112 tahun. Sebagai salah satu BUMN terbesar di Sumbar, Semen Padang sudah menjadi kebanggaan urang Minang dan telah banyak berbuat untuk masyarakat Sumbar.

Keberadaan Semen Pa­dang membawa dampak positif untuk perekonomian maupun berbagai sektor lain di Sumbar. Kontribusi tersebut baik yang berasal dari pajak yang masuk ke pendapatan asli daerah (PAD), serta kucuran dana progam CSR.

Di sisi lain, Semen Pa­dang yang merupakan ba­gian dari SIG juga selalu gerak cepat dalam mem­bantu daerah di Sumbar yang tertimpa musibah. Salah satunya ketika terja­di gempa bumi di Pasaman dan Pasaman Barat. Semen Padang langsung ber­gerak cepat membantu para korban.

“Selamat untuk Semen Padang yang sudah beru­sia 112 tahun. Diharap bisa memberikan kontribusi nyata lagi untuk Sumbar,” pungkas Andre.

Syafrial Kani

Puji Program CSR

PT Semen Padang

Ketua DPRD Kota Pa­dang H. Syafrial Kani me­ngucapkan selamat Hari Jadi PT Semen Padang yang ke-112 tahun. Semoga di usia yang ke-112 tahun ini, PT. Semen Padang semakin maju.

Baca Juga  Kapolri Ingatkan Jaga Soliditas dan Sinergitas

“Seperti diketahui saat ini PT Semen Padang men­jadi bagian dari Holding PT Semen Indonesia (Per­se­ro), Tbk. Oleh karena itu Semen Padang harus dan terus mempersiapkan diri menjadi badan usaha yang tangguh, sehingga siap menghadapi segala ma­cam tantangan dengan visi dan misi dalam me­ngem­bangkan pembangunan di masa datang,” katanya.

Syafrial Kani memuji tata kelola CSR peru­sa­haan BUMN kebanggaan ma­syarakat Sumatera Ba­rat tersebut berjalan de­ngan baik. Banyak program-program CSR Semen Padang dijalankan, menyentuh ke­pada ma­sya­rakat Sumbar khususnya di lingkungan pabrik.

“Saat ini masa pande­mi telah beralih ke arah new normal. Agar ekonomi bisa menggeliat kembali, perlunya peran serta Semen Padang dalam mem­bantu program pening­katan ekonomi produktif dan kreatif,” sebutnya.

Sejarah Semen Padang

Pada 18 Maret 2022, PT Semen Padang genap be­ru­sia 112 tahun. Perusa­haan ini didirikan perwira Belanda asal Jerman Carl Christophus Lau pada 18 Maret 1910, dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maats­chappij’(NV NIPCM) de­ngan Akta Notaris Johan­nes Pieter Smidth di Am­sterdam.

Sejarah kemudian men­catat, NV NIPCM bukan hanya merupakan industri atau pabrik semen pertama di Minangkabau, melainkan adalah pabrik atau industri besar pertama di Indonesia yang terdaftar di bawah Departemen Pertanian, Industri, dan Perdagangan di Hindia Belanda.

Ketika Perang Dunia Kedua meletus tahun 1939, pabrik semen Indarung sudah memiliki kapasitas terpasang 700 ton/hari atau 210.000 ton setahun. Namun kapasitas tersebut tak pernah tercapai secara optimal, karena produksi tertinggi yang pernah di­capai hanya 170.000 ton pada tahun 1939.

Sejak 17 Maret 1942, pabrik semen Indarung dikuasai Jepang. Manaje­men perusahaan ditangani perusahaan semen dan Jepang, Asano Cement.

Pada 21 Juli 1947, Belan­da kembali menguasai Ki­lang Semen Indarung, dan menyerahkannya ke­pa­da perusahaan Belanda yang dulu menguasainya sebe­lum pendudukan Jepang.

Selanjutnya, tanggal 5 Juli 1958, Hoofadmi­nistra­teur NV PPCM, Ir Van Der Laand, menyerahkan pab­rik semen ini kepada Ir J Sadiman yang mewakili pemerintah Indonesia.

Pada 1995, PT Semen Padang bersama PT Semen Tonasa dimerger dengan PT Semen Gresik dengan istilah konsolidasi aset. Aksi korporasi BUMN ini bertujuan untuk memper­kuat modal PT Semen Gre­sik yang akan melakukan go public tahap II dan untuk mencegah kepemili­kan pemerintah di BUMN semen menjadi minoritas.

Pada saat ini, peme­gang saham Perusahaan adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan ke­pemilikan saham sebe­sar 99,99% dan Koperasi Ke­luarga Besar Semen Pa­dang dengan saham sebe­sar 0,01 %. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sendiri sahamnya dimiliki mayo­ritas oleh Pe­me­rin­tah Re­pub­lik Indonesia sebesar 51,01%. Pe­megang saham lainnya sebesar 48,09% di­miliki publik. PT Semen Indonesia (Per­se­ro) Tbk me­rupakan perusa­haan yang sahamnya ter­catat di Bursa Efek Indonesia, sejak 11 Februari 2020 berganti na­ma menjadi SIG. (adv)