OLAHRAGA

Atlet Paralayang Keluhkan Peralatan Latihan Minim, Terungkap Saat Peninjauan Tim Monitoring  KONI

0
×

Atlet Paralayang Keluhkan Peralatan Latihan Minim, Terungkap Saat Peninjauan Tim Monitoring  KONI

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI LOKASI LATIHAN— Tim Monitoring KONI Limapuluh Kota mengunjungi lokasi latihan atlet cabor paralayang saat melaksanakan latihan rutin, Minggu (16/1) di kawasan Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Cabang Olahraga (Cabor) Paralayang Kabupaten Limapuluh Kota mengeluhkan peralatan latihan yang terbilang minim jika dibandingkan dengan jumlah atlet dan target 5 medali emas yang harus dicapai pada alek Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar yang direncanakan akan digelar tahun 2023 mendatang.

Saat ini dengan jumlah atlet 25 orang, peralatan terbang /parasut yang dimiliki Cabor yang meraih 3 Medali emas di Porprov Sumbar yang dilaksanakan Padangpariaman itu hanya ada 9 buah Parasut. Dan, itupun hanya 7 buah yang dapat digunakan, karena dua lainnya mengalami rusak.

Sementara parasut harus mereka pergunakan untuk jadwal latihan dua kali dalam sepekan, setiap Sabtu dan Minggu. Selain persoalan parasut, Cabor yang kini diketuai Kartini itu juga terkendala sewa lokasi latihan yang akan segera habis.

Berbagai kendala itu disampaikan Kartini “Tin” Ketua Cabor Paralayang di hadapan Tim 4 KONI Kabupaten Limapuluh Kota yang melakukan pembinaan/Monitoring terhadap Cabor yang ada di daerah itu, Minggu (16/1) di lokasi latihan terbang Paralayang di Kawasan Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota.

“Kami ingin terus memberikan prestasi dibergai kejuaraan Paralayang, namun untuk ” terbang tinggi” kami terkendala berbagai hal, baik peralatan yang terbilang minim, sewa lapangan dan lainnya. Untuk itu melalui Tim KONI yang hari ini turun langsung melihat kondisi kami, semoga ke depan dapat membantu kami terkait kekurangan parasut,” sebut Tin.

Kartini juga menambahkan, dengan jumlah atlit 25 orang atlet (6 atlet perempuan) idealnya satu peralatan digunakan oleh dua orang atlet. Untuk itu ke depan melalui KONI mereka berharap pemerintah daerah bisa mengantarkan penambahan Parasut.

“Semoga KONI bisa menyuarakan keinginan kami ini, agar kedepan kami bisa mendapatkan penambahan Parasut untuk latihan, sehingga paralayang bisa terus “terbang tinggi” meraih prestasi,” harap Tin.

Sementara, Ketua Tim 4 Monitoring KONI Kabupaten Limapuluh Kota, Mas­ril didampingi Kepala Bidang Pembinaan Prestasi, Rasda Yunus dan Humas KONI, Doddy Sastra menyebutkan bahwa apa yang disampaikan seluruh Cabor saat mereka mela­kukan monitoring, termasuk keinginan Paralayang untuk penambahan Parasut agar ditindaklanjuti dengan Raker tingkat Ka­bu­paten bersama pengurus dan Ketua KONI, sehingga nantinya berbagai kendala/persoalan bisa diatasi.

“Dalam Raker KONI kedepan, akan kami sampaikan semua yang telah kami serap saat monitoring ke berbagai Cabor yang ada, kita sangat memahami kondisi yang dihadapi pengurus Cabor,” ucap Masril.

Masril juga menambahkan, meskipun selama ini banyak kendala yang dihadapi pengurus Cabor dalam melakukan pembinaan terhadap atlit, namun ia berharap kendala itu tidak menghambat dalam melahirkan berbagai pres­tasi.

“Mari kita jadikan segala kekurangan dan keterbatas sebagai tantangan dalam meraih prestasi, semoga kedepan prestasi kita terus bertambah, jaya pa­ra­layang, jaya KONI dan jaya daerah kita,” tutup Masril. (uus)