BERITA UTAMA

Luhut Klaim Pemerintah Jauh Lebih Siap Hadapi Omicron

0
×

Luhut Klaim Pemerintah Jauh Lebih Siap Hadapi Omicron

Sebarkan artikel ini
Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, METRO–Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjai­tan menegaskan, pemerintah terus melakukan antisipasi dampak pe­nu­laran Covid-19 varian Omicron. Langkah ini terus dilakukan agar Indonesia bisa mengulang ke­adaan seperti pertengahan tahun 2021 lalu saat varian Delta menyebar ke tanah air.

Menurutnya, meskipun program vaksinasi terus berjalan namun sikap waspada juga senantiasa dijaga. Dalam hal ini, pemerintah telah mempersiapkan aspek penanganan di sektor kesehatan seperti Rumah Sakit (RS), alat kesehatan maupun obat-obat an.

“Mengenai obat, mengenai obat sudah disiapkan, RS disiapkan. Semua yang dibutuhkan untuk itu kita sudah siapkan. Jauh lebih siap, saya ulangi jauh lebih siap dari kejadian pada Juni tahun lalu,” tegasnya di Istana Kepresidenan, Senin (3/1).

Selain itu, lanjutnya, pemerintah meminta agar masyarakat tetap mema­tuhi dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19. Sebab, dalam perkembangannya di dunia manapun yang menye­babkan adanya lonjakan kasus adalah persoalan disiplin prokes yang rendah.

“Karena kalau tidak, tadi Presiden mengingatkan kita, nanti kita tidak disiplin dan kunci kita lihat omicron berkembang di dunia mana pun itu adalah masalah disiplin. Disiplin masalah masker, disiplin tadi masalah vaksin, disiplin cuci tangan dan seterusnya. Jadi kata kunci ha­rus disiplin,” ungkapnya.

Luhut mengklaim, saat ini kondisi Indonesia pada masa pandemi yang masih berlangsung jauh lebih baik dibandingkan dengan negara lain seperti India, bahkan Amerika dan Inggris. Hal itu karena kebijakan wajib masker di area umum dapat meminimalisir penularan sehingga angka penularan dapat ditekan.

Luhut menambahkan, pemerintah selalu mengevaluasi terkait kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi terkini dan per­kem­bangan Covid-19 itu sendiri. Sehingga pertemuan rutin selalu dilakukan dengan me­libatkan para pakar yang kompeten.

“Jadi kita tidak perlu merasa bahwa kita ini seperti kalah. Kita justru orang lain sekarang banyak mulai berkaca kepada kita kenapa Indonesia bisa mengcontain atau memelihara keadaan seperti ini,” pungkasnya. (jpg)