PARIAMAN, METRO–Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT) RI, dampingi Kota Pariaman menuju Smart Village. Tak tanggung-tanggung, penasehat Menteri PDTT RI, Yoyon Sunaryo dan Unit Managemen Strategis Kemendes PDTT RI, Sugeng Budi Harsono beserta tim Pusdatin Kemendes PDTT, visitasi ke Kota Pariaman. Kedatangan 2 Profesor dan tim Pusdatin dari Kemendes PDTT ini, disambut langsung oleh Walikota Pariaman, Genius Umar, didampingi Kepala Dinas PMD Kota Pariaman, Hendri, Kabag Umum Setdako Pariaman, Razwan Azmi, Kabid e-Gov Dinas Kominfo Kota Pariaman, Eka Putra Pernanda, dan Pembuat Aplikasi Desa, Mardian. “Desa harus menaruh perhatian pada perkembangan teknologi di era digital saat ini, terlebih penguasaan teknologi informasi yang menjadi salah satu indikator kemajuan bagi suatu negara,” ujar Prof. Yoyon Sunaryo
Lebih lanjut ia menambahkan Desa sebagai bagian dari negara, sudah seharusnya mulai menerapkan teknologi informasi, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan sampai dengan pengelolaan kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya bahkan juga dalam bidang pembangunan desa.
“Penerapan teknologi di desa, sejalan dengan berkembangnya konsep pembangunan desa berbasis teknologi informasi, yang biasa disebut Smart Village. Konsep smart village adalah desa yang menerapkan teknologi tepat guna untuk mengembangkan potensi, meningkatkan ekonomi, dan menciptakan kemudahan dalam segala aspek kehidupan masyarakat,” tukasnya.
Keseluruhan sistem berbasis digital dikembangkan dan diimplementasikan untuk digitalisasi desa. Hal tersebut demi mendukung prioritas pembangunan nasional dalam era revolusi industri 4.0 , sekaligus keberlanjutan pembangunan nasional, yang dimulai dari desa, ulasnya. “Dukungan infrastruktur, jaringan akses, serta berbagai solusi dan aplikasi diyakini dapat mendorong pengembangan dan penerapan desa digital khususnya pada sektor pemerintahan, ekonomi, dan sosial,” ungkapnya mengakhiri.
Sementara Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari Penasehat Menteri PDTT RI dan rombongan yang datang untuk pendampingan dan memberikan masukan tentang Smart Village. “Kami di Kota Pariaman, yang penting adalah berbuat saja, langsung Action yang terpenting apa yang kita buat banyak manfaatnya bagi masyarakat, seperti bagaimana kami dapat membangun jalan di sepanjang sungai dengan panjang 6 KM dan lebar 6-8 Meter, tanpa bantuan APBD atau Nol Rupiah, tetapi gotong royong dari masyarakat setempat,” ucapnya. (efa)






