PADANG, METRO–Dua bulan terakhir, hidup benar-benar sulit saat virus corona mendera semua sisi kehidupan. Begitu juga yang dialami seorang bapak muda, Deyan yang masih berusia 19 tahun. Kini, dia tak lagi bisa berdagang gorengan karena modal yang seret dan pembeli yang benar-benar sedikit.
Kini, Deyan dan istri serta anaknya yang masih 1 tahun tak bisa berbuat banyak di rumah kontrakan mereka di Aur Duri, Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Mengharapkan bantuan dari keluarga adalah cara mereka untuk bertahan, tapi sayang, keluarga pun juga terdampak parah dari wabah covid-19 ini.
Kepada salah seorang famili jauhnya, Deyan mengaku sudah menganggur parah sejak corona datang. Biasanya iya bisa berdagang gorengan atau membantu orang bekerja serabutan untuk membiayai hidup keluarga kecilnya.
Bagi Deyan, kehidupan memang semakin berat, apalagi baginya yang hanya “mengantongi” ijazah SD sederajat saja. “Saya tak tahu lagi mengadu kemana. Kemarin coba minta bantu keluarga dari sepupu, dia mencoba sampaikan ke Pak Andre Rosiade, anggota DPR RI,” kata Deyan lagi.
Informasi keluarga kecil Deyan ini disampaikan saudaranya, Hijrah (32) kepada anggota DPR RI asal Sumbar, Andre Rosiade. Dengan bekal informasi yang cukup akurat dan foto-foto serta data yang lengkap, Hijrah menyampaikan kepada anggota Komisi VI DPR RI itu.
“Saya banyak baca dan lihat Bang Andre membantu warga sembako, sampai uang tunai untuk bertahan dari ancaman ekonomi corona ini. Ternyata tak lama, dia langsung minta timnya untuk menghubungi saya dan langsung mengirimkan bantuan,” katanya.
Hijrah pun dengan sigap membantu membagikan sembako dan uang tunai kepada keluarga Deyan yang benar-benar membutuhkan. “Sebelumnya saya juga sudah coba bantu, tapi tak bisa banyak. Keluarga ini juga tak dapat BLT dan dana sejenisnya dari Pemko, Pemprov Sumbar dan pusat,” kata Hijrah.
Deyan sangat berterima kasih kepada Adre Rosiade yang mendengar jeritannya dan mengirimkan bantuan. “Terima kasih Pak Andre, bantuan sembako dan uangnya. Semoga uang ini bisa saya pakai untuk kembali berjualan,” katanya yang mengaku siap mengadu untung menjual gorengan kembali.
Andre Rosiade yang dihubungi terpisah menyebutkan, banyak warga yang saat ini benar-benar terdampak covid-19. Namun, tentunya dia tidak bisa membantu sendiri, karena keterbatasan. “Kami akan terus memaksimalkan kader Gerindra di DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk mendata dan membantu warga yang membutuhkan,” kata Andre yang juga ketua DPD Gerindra Sumbar ini.
Bantua langsung tunai (BLT) ala Andre ini, katanya, adalah bagian dari cara untuk menyelamatkan orang yang benar-benar harus segera dibantu. “Mereka yang menganggur, tapi tanggungan keluarga tetap berjalan,” sebut Andre yang sudah mengirimkan belasan “BLT” sejenis di Kota Padang, Dharmasraya dan Solok ini. (r)





