METRO PADANG

6 Tim Program Mahasiswa Berdampak Unand Diterjunkan ke Lokasi Terdampak Bencana

8
×

6 Tim Program Mahasiswa Berdampak Unand Diterjunkan ke Lokasi Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
PELEPASAN TIM MAHASISWA— Direktur Kemahasiswaan Universitas Andalas, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra, berfoto bersama saat pelepasan Tim Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak Unand, Kamis (29/1). Program ini Program ini dalam upaya memberdayakan mahasiswa untuk terlibat langsung di wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.

PADANG, METRO Universitas Andalas secara resmi melepas Tim Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak Unand, Kamis (29/1). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam upaya memberdayakan mahasiswa untuk terlibat langsung di wilayah terdam­pak bencana di Sumatera Ba­rat.

Sebanyak enam tim mahasiswa dilepas untuk diterjunkan ke sejumlah lokasi yang masih membutuhkan uluran tangan. Selama 20 hari ke depan, para mahasiswa akan hidup dan bekerja bersama masya­rakat, mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh di bangku perkuliahan ke dalam kegiatan nyata di lapangan.

Direktur Kemahasis­waan Universitas Andalas, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra, menekankan pentingnya komunikasi awal dengan pemerintah nagari sebelum program dijalankan. Ia mengingatkan seluruh tim agar terlebih dahulu mela­kukan sosialisasi program kerja kepada wali nagari dan perangkat se­tempat.

“Hal ini penting agar program yang dirancang dapat dipahami bersama dan proses realisasinya berjalan lebih mudah serta tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand, Rahmadi, S.Kom., M.Kom, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan untuk melakukan penelitian, melainkan mengim­ple­men­­tasikan hasil-hasil pe­nelitian yang telah ada.

“Mahasiswa hadir untuk mengaplikasikan ilmu dan temuan yang sudah dimiliki, bukan untuk me­lakukan penelitian baru. Selain itu, penggunaan anggaran harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan SBM Kemenkeu 2026,” jelasnya.

Wakil Rektor I Universitas Andalas, Prof. Syukri Arief, menyampaikan bahwa program ini juga menjadi ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan langsung di tengah ma­syarakat akan melatih mahasiswa dalam berinteraksi, memahami kondisi sosial, serta membentuk karakter sejati sebagai insan akademik yang peduli dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melatih diri dalam berinteraksi sosial dan menerapkan karakter sejati. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat meninggalkan dampak positif dan kesan yang luar biasa bagi masyarakat,” ungkapnya.

Program Mahasiswa Berdampak Unand ini diharapkan tidak hanya membantu proses pemulihan wilayah terdampak bencana, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengasah empati, kepemimpinan, dan kemampuan problem solving di dunia nyata.

Dengan dilepasnya enam tim tersebut, Universitas Andalas kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat dalam situasi krisis dan pemulihan. (ren/rel)