METRO BISNIS

Tinjau Lokasi Terdampak Bencana di Padang, Menteri PUPR  Instruksikan Proses Normalisasi dengan Sistem Kerja 24 Jam

3
×

Tinjau Lokasi Terdampak Bencana di Padang, Menteri PUPR  Instruksikan Proses Normalisasi dengan Sistem Kerja 24 Jam

Sebarkan artikel ini
TINJAU—Wali Kota Padang Fadly Amran mendampingi Menteri PUPR Dody Hanggodo meninjau lokasi terdampak banjir di Bendungan Koto Tuo, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

KOTO TANGAH, METRO–Wali Kota Padang Fadly Amran mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Bendungan Koto Tuo, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (29/1).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur pascabanjir se­kaligus memastikan langkah penanganan darurat, khususnya percepatan nor­malisasi aliran sungai guna mencegah dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang siap mendukung penuh langkah percepatan penanganan yang dilakukan pemerintah pusat. Ia berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas dan keamanan masyarakat se­gera kembali normal.

“Kami mengapresiasi perhatian dan langkah cepat dari Menteri PUPR beserta jajaran. Pemerintah Kota Padang siap ber­ko­laborasi dan mendukung penuh agar penanganan pascabanjir ini bisa segera diselesaikan dan ma­sya­rakat kembali merasa a­man,” ujar Fadly Amran.

Sementara itu, Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan bahwa proses normalisasi di lokasi terdampak akan dipercepat dengan mengoptimalkan pekerjaan di lapangan, termasuk kemungkinan pe­nerapan sistem kerja 24 jam.

“Normalisasinya kita percepat. Saya sampaikan kepada Kepala Balai, kalau memang diperlukan kita minta penyedia jasa untuk bekerja 24 jam, bisa dua sif atau tiga sif, terserah mekanisme penyedia jasa. Yang penting percepatan penyelesaian,” kata Dody Hanggodo.

Selain percepatan teknis, Menteri PUPR juga menekankan pentingnya me­libatkan masyarakat terdampak melalui program padat karya agar mata pencaharian mereka tidak terhenti akibat bencana.

“Saya minta Kepala Balai memikirkan bagai­mana supaya ada program padat karya di sini. Sehingga masyarakat yang terdampak itu mata pencariannya tidak berhenti, tetap ada penghasilan hariannya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan masya­rakat terdampak merupakan arahan langsung Pre­siden dan menjadi bagian penting dalam proses pe­mulihan pascabencana.

“Arahan Pak Presiden jelas, masyarakat yang terdampak itu wajib diberda­yakan. Mata pencariannya tidak boleh ikut putus. Ka­rena itu kami berupaya cepat agar dampak buruk akibat kerusakan ini bisa se­gera teratasi, sekaligus mem­buka kesempatan ma­­syarakat untuk berpartisipasi dalam pekerjaan,” tegas­nya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V di Su­matera Barat Naryo Widodo, Pj. Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadyanto, serta Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan. (oza)